Kaca Film O2

Selasa, 3 Sep 2013 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Kaca Film O2, dari Bahan organik

Kaca Film O2

Kaca Film O2

Penggunaan inovasi teknologi yang memakai senyawa kimia bisa mengancam kesehatan dan lingkungan hidup kita. Teknologi pembuatan kaca film misalnya, banyak memakai bahan kimia seperti zat pewarna, zat plastik atau polyester, zat anti karat pada logam, konduktor untuk menahan panas, perekat, dll, yang mudah menguap bila terkena panas. Produk kaca film yang mempunyai sifat menahan panas dan bukan menolak panas berkemungkinan menguapkan zat-zat kimia itu jika terpapar sinar matahari langsung. Jadi, udara dalam mobil berlapis kaca film yang terjemur panas bisa mengandung toksin Benzene yang memicu kanker jika sering terhirup.Produk baru kaca film O2 (Jepang) yang dirilis Maret lalu di Jakarta ini diklaim dibuat dari bahan yang bebas zat kimia beracun dan ramah lingkungan. Produk diproses menggunakan eco technology yang dipadu dengan heat shielding (perisai panas) technology untuk menolak panas matahari hingga 93 persen. O2 bisa dipakai melapisi kaca mobil dan bangunan dengan jaminan pandangan atau visibility yang jernih dan tidak berkabut dan pilihan warna silver natural atau black doff. PT Makko Raya Cemerlang memasarkannnya di Indonesia seharga Rp350–400 ribu/m2 belum termasuk biaya pemasangan dengan garansi lima tahun.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan