Tawaran Investasi Properti di Balikpapan

Rabu, 4 Sep 2013 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Properti di Balikpapan

Properti di Balikpapan

Housing-Estate.com, Jakarta - Balikpapan, Kalimantan Timur, segera bersalin rupa. Dua tahun mendatang, paling lambat awal 2016, kota minyak itu memiliki sejumlah fasilitas baru yang lebih berkelas dan komplit. The Plaza Balikpapan di Jl Jend Sudirman yang di dalamnya terdapat Plaza Balikpapan dan Balikpapan Trade Center, akan membangun mixed use development Borneo Bay berisi mal, hotel, dan apartemen. Pengembangnya Agung Podomoro Land (APL) dari Jakarta. Apartemennya dijual, malnya disewakan.

Borneo Bay jadi fenomena baru di Balikpapan karena dibangun di atas lahan reklamasi seluas 4 ha. Konsepnya mirip Central Park, superblok kelas atas APL di Jakarta Barat. Apartemen strata (kondominium) 25 lantai dan hotel bintang lima dibangun di atas mal yang diklaim sekelas Senayan City. Di lantai 11 proyek properti campuran itu diadakan beach club, lifestyle park, dan kolam renang menghadap ke laut lepas.

Tidak jauh dari Borneo Bay, Balikpapan Superblok (BSB) membangun mal baru Pentacity Shoping Venue. Di atas mal kelas atas ini dikembangkan dua tower Pentapolis Residence, satu untuk kondotel (Astara Condotel Tower/117 unit), satu lagi kondominium Aeropolis Tower (126 unit). Fasilitas baru ini melengkapi beragam fasilitas yang lebih dulu beroperasi seperti E-Walk shoping mall, hotel, apartemen, dan komersial.

Aneka fasilitas baru itu untuk meladeni hasrat warga Balikpapan dan kawasan sekitar yang dikenal makmur. Kalangan berduitnya seperti para profesional bidang perminyakan, pertambangan, pemilik perkebunan, melirik kota-kota besar di Jawa untuk memenuhi gaya hedonnya. Makanya saban week end bandara Sepinggan sudah seperti pasar saking ramainya. “Mungkin karena kurangnya fasilitas lifestyle itu, orang kaya Balikpapan hobinya beli properti dan mobil baru,” kata Frans Sutanjati, Senior Marketing Manager BSA Land, pengembang Batakan Village di Jl Mulawarman.

Mal dan apartemen

Jangan heran pembangunan properti baru di kota seluas 503 km2 itu cukup semarak. Pemainnya tidak developer lokal saja, tapi juga raksana properti dari Jakarta. Sinarmas Land, Lippo Group, Mitra Gemilang Mahakarya (MGM Land) adalah beberapa di antaranya selain APL. Belum menghitung Ciputra Group yang mengembangkan perumahan CitraBukit Indah di Jl MT Haryono. Kecuali Sinar Mas Land dan Ciputra, yang lainnya pemain baru di Balikpapan. Lippo Group dan MGM Land juga mengembangkan mixed use development berisi mal, hotel, apartemen, perkantoran.

Lippo melalui PT Sinar Balikpapan Development mengembangkan City Center Residence (4,5 ha) di Jl Ahmad Yani, MGM membangun CBD Balikpapan (8,7 ha) di Jl Syarifuddin Yoes. Saat ini mereka gencar memasarkan apartemen. Sasarannya konsumen bermotif investasi baik warga lokal maupun luar daerah. Kondominium tidak ditempati sendiri tapi disewakan terutama kepada para profesional bidang perminyakan yang banyak di Balikpapan.

Seorang ibu paruh baya yang membeli dua unit kondo di Borneo Bay mengakui hal itu. Harga sewa hunian di Balikpapan memang menggiurkan. Misalnya, rumah 60 m2 ke atas sewanya USD1.500–2.500/bulan. Inilah yang membuat penjualan kondominium dan kondotel Pentapolis Residence dan Borneo Bay laris manis. Tidak sedikit konsumen Borneo Bay yang memasarkan dua menara kondo (Martadipura Mansion dan Kartanegara Mansion) membeli lebih dari satu unit. “Balikpapan butuh hunian simpel karena di sini banyak pendatang. Jumat pulang (ke Jawa), Senin datang lagi,” ungkap Orri Arbani, Manager Borneo Bay.

Sejak dipasarkan empat bulan lalu, kondo Borneo Bay (1.100 unit) sudah terjual 50%. Tipenya studio 35–41 m2 sampai tipe tiga kamar (3BR) 93 m2 seharga Rp800 jutaan–2 miliaran/unit. Mayoritas pembelinya warga Balikpapan dan kota lain di Kalimantan Timur plus konsumen dari beberapa kota lain di luar pulau. Dengan konsep serupa, persaingan ketat keempat superblok itu terasa kuat. Jurus yang dimainkan juga sama. Semuanya mendahulukan pembangunan mal dan lifestyle center.

Borneo Bay misalnya, akan membangun mal awal tahun 2014 dan direncanakan rampung tahun 2016. Juli lalu reklamasinya sudah kelar. Pentacity sudah memasuki tahap tiang pancang. Sementara City Walk CBD Balikpapan yang berkonsep alfresco dining bakal beroperasi awal 2014. City Walk terhampar di area seluas 2 ha dengan 62 unit outlet untuk F&B (food and beverage). Developernya saat ini memasarkan Golden Apartment berisi tipe 1 – 3 BR seharga Rp400 jutaan – 1,1 miliar.

Disewakan

Besarnya potensi pasar sewa itu juga dilirik pengembang perumahan (landed residential) dengan memasarkan kawasan hunian kecil tapi eksklusif. Luasnya 6.000 m2 – 6 ha. Hunian seperti itu disukai orang asing karena lebih aman. Salah satunya Batakan Village (6 ha) di Jl Mulawarman, sekitar 6 km dari bandara Sepinggan. Perumahan dari BSA Land, developer asal Jakarta, itu menawarkan 180 unit seharga Rp700 jutaan–1,7 miliar/unit. Perumahan ini berada di kawasan Batakan, pusat perkantoran perusahaan asing yang bergerak di bidang perminyakan. Prospeknya menjanjikan karena para profesionalnya memilih tinggal berkelompok di sekitar kantor. Sejumlah perumahan eksklusif yang disewakan di Batakan seperti Palm Court, Koala Batakan Kompleks, Pantai Mentari Compound, Batakan Housing Complex, rata-rata tersewa 90-100%. Beberapa perumahan itu menawarkan eksotisme pemandangan laut. Lokasinya juga persis di pinggir pantai. Batakan Housing Complex yang dilengkapi Australian International School sewanya USD 1.700–3.000/bulan, sedangkan Mentari Compound USD2.000–4.000. Frans optimis Batakan Village juga akan dilirik orang asing.

Selain lokasinya di pinggir pantai, fasilitasnya komplit dan lebih baru. Perumahan akan dilengkapi club house, gym, tenis, playground, dan function hall yang ditempatkan dekat pantai. Serah terima rumah direncanakan tahun 2014. Tersedia empat tipe, terkecil tipe 58/110 seharga Rp790 juta. Dipasarkan juga kaveling siap bangun berukuran 161–330 m2 seharga Rp4,6 juta/m2. “Sejak dipasarkan Juni lalu sudah terjual 24 unit,” ungkapnya. Pasar sewa yang cukup gemuk itu membuat Tamansari Bukit Mutiara (50 ha) di Jl MT Haryono mempertimbangkan rumah di klaster The Ebony menjadi vilatel (vila hotel). The Ebony merupakan klaster paling eksklusif dan pamungkas di perumahan besutan Wika Realty itu. Rumahnya hanya 24 unit dilengkapi kolam renang. Setiap rumah berisi tiga kamar plus satu kamar pembantu (3+1). Bangunannya 157 m2 di atas kaveling 279–437 m2 seharga Rp2–2,4 miliar/ unit. Seperti enam klaster sebelumnya, rumah The Ebony juga dijual putus. Hanya pemasarannya tidak secepat klaster-klaster sebelumnya seperti klaster Cendana yang harganya lebih rendah.

Pasar rumah menengah atas di Balikpapan memang tipis. Paling banyak permintaan rumah Rp500 jutaan–1 miliar. Ini membuat harga rumah menengah cepat melesat. Di Tamansari Bukit Mutiara (TBM) yang dihuni 3.000 KK misalnya, tipe 48/120 yang tahun 2012 baru Rp400 jutaan, kini sudah Rp600 jutaan. Kenaikan harga rumah menengah di TBM itu termasuk yang tertinggi di Balikpapan. Di perumahan lain seperti Balikpapan Regency, Borneo Paradiso, Daun Village naiknya rata-rata 16-18% per tahun. Setahun lalu tipe 36/84 di Balikpapan Regency Rp384 juta, sekarang dibanderol Rp446 juta.

Menurut seorang profesional perusahaan pengembang di Balikpapan, tingginya kenaikan harga di TBM karena konsep pengembangannya cukup baik. Lingkungannya hijau, tenang, dan penataannya bagus. “Saya termasuk salah satu penghuni, saya merasa homy,” katanya. Karena ada rencana dijadikan vilatel, rumah di The Ebony dibangun serentak 12 unit. Sisanya juga akan dibangun sekaligus pada tahap berikutnya. Menurut Dudud Manuhara, Manager Realty PT Wika Realty, pihaknya kini menyasar pasar korporasi khususnya perusahaan-perusahaan minyak. Sambil dipasarkan rumah yang belum terjual akan dijadikan vilatel. Harga sewanya diperkirakan USD2.500/bulan (fully furnished).

Perumahan baru

Populasi Balikpapan tidak jadi ukuran tingginya permintaan properti. Jumlah warganya hanya sekitar 700 ribu jiwa. Tapi karena daya belinya tinggi, ditambah minat konsumen dari luar daerah cukup banyak, propertinya tetap berkembang pesat. Superblok hanya salah satu fenomena yang menarik perhatian. Di luar itu pembangunan perumahan juga semarak. Setidaknya ada enam yang baru: Grand City, Pelangi Grand Residence, Royal Residence, Permata Hijau Residence, Proper Green Diamond, selain Batakan Village. Semuanya di dalam kota, tersebar di Jl Syarifuddin Yoes, Jl Mulawarman, Jl Telindung, Jl Perumahan Sosial. Itu belum menyebut sejumlah perumahan menengah bawah di pinggiran kota.

Grand City (200 ha) bakal jadi yang terbesar di Balikapan. Perumahan di koridor MT Haryono ini proyek kedua Sinarmas Land setelah Balikpapan Baru (150 ha) yang tuntas pengembangannya tiga tahun lalu. Developernya belum membocorkan detail proyeknya. Konon konsepnya mirip Balikpapan Baru, kombinasi hunian, komersial, dan lifestyle. Rencana peluncuran sebelum tutup tahun ini. Pembangunan Grand Residence makin mengukuhkan koridor Syarifuddin Yoes-MT Haryono sebagai kawasan yang paling sesak pembangunan propertinya.

Pelangi Grand Residence dan Permata Hijau Residence, serta CBD Balikpapan, juga berada di koridor itu. Ketiganya melengkapi perumahan lama yang masih dipasarkan seperti Balikpapan Regency (125 ha), Citra Bukit Indah (20 ha), Daun Village (20 ha), Permata Gading, dan TBM. Pelangi Residence dan Permata Hijau masih dalam tahap pematangan lahan, Daun Village sudah membangun satu klaster.

Beberapa perumahan itu berbagi segmen. CitraBukit Indah menggarap segmen premium. Perumahan ini tinggal memasarkan belasan rumah seharga Rp2,9–6,1 miliar/unit di klaster Monarch Park. Klaster ini menawarkan konsep smart home dengan rumah bergaya klasik Perancis. Sementara Daum Village dan TBM mulai masuk pasar menengah atas dengan rumah seharga Rp1–2 miliaran. Selebihnya meladeni pasar menengah.

Mencari rumah di bawah Rp500 juta makin susah. Hanya tiga perumahan yang melansirnya. Yakni, Balikpapan Regency, Permata Gading, dan Permata Hijau Residence. Itu pun terbatas. Permata Gading adalah blok baru Sepinggan Pratama yang didominasi rumah tipe besar. Rumah yang dipasarkan sudah tidak banyak. Sementara Balikpapan Regency yang tadinya banyak menjajakan rumah Rp300 – 500 jutaan sekarang melirik pasar di atasnya. Perumahan dari PT Mutiara Bahagia Abadi (SMR Group) yang dilengkapi fasilitas komersial dan water park itu masuk ke pasar yang lebih tipis dengan melansir klaster Royal Residence berisi rumah seharga Rp1–2 miliaran.

Pertama di Balikpapan

Di luar koridor itu masih ada beberapa perumahan lain. Misalnya, Batu Ampar Lestari yang sekarang berganti nama Proper Balikpapan Residence (Jl Patimura), Proper Green Diamond (Jl Telindung), Royal Residence (Jl Perumahan Sosial), Bhumi Nirwana Indah (Jl Soekarno-Hatta), dan Borneo Paradiso (Jl Mulawarman). Dua yang pertama dikembangkan PT Propernas Griya Utama, anak usaha Perum Perumnas, di kawasan Batuampar. Proper Green Diamond hanya berisi 63 rumah bertingkat tipe 78/140 dan satu lantai tipe 45/90 dan 58/90. Rumah satu lantai berisi kamar 2+1.

Ini terobosan baru. Di Balikpapan hanya rumah tipe besar yang dilengkapi kamar pembantu, rumah mungil dan menengah jarang. “Baru ada di Proper Green Diamond, rumah dilengkapi kamar pembantu agar pemiliknya tidak repot renovasi,” kata Deni Faizal, Manager Divisi Bisnis Propernas. Tidak seperti Green Diamond yang menonjolkan konsep desain, Proper Balikpapan Residence yang diambil-alih Propernas akhir 2009 dari developer lain menawarkan keuntungan investasi.

Harga rumahnya naik hingga 40%/tahun. Tipe 41/90 yang tahun lalu baru Rp370 juta, sekarang sudah Rp518 juta. Meski infrastrukturnya tidak sebagus perumahan menengah lain, animo konsumen cukup besar. Awal tahun ini satu blok tipe 36/84 langsung ludes. Tidak jauh dari sini MGM Land menawarkan Royal Residence. Harganya di bawah Batu Ampar Lestari dan pembangunannya baru akan dimulai. Sementara Bhumi Nirwana Indah (45 ha) yang sempat vakum tiga tahun, aktif lagi setelah diakuisisi PT Binakarya Putra Mandiri, developer dari Surabaya. Perumahan yang infrastruturnya cukup bagus ini menawarkan rumah satu lantai tipe 45 dan 60.

Adapun Borneo Paradiso yang sudah memasarkan lima klaster, melansir klaster baru Mahogany Townhouse berisi rumah dua lantai tipe 96/105 dan 106/120. Meski pemasarannya cukup loncer, pengembangnya PT Cowel Development cukup kewalahan membangun. Klaster Bluebell dan Rosewood yang dipasarkan tahun 2010 dan 2011 belum banyak kemajuan pembangunannya. Yang tuntas terbangun dua klaster dan ruko di area pintu gerbang. Padahal, lokasi perumahan cukup bagus di kawasan Batakan, sekitar 3 km dari bandara.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan
  • swastika

    kami selaku PT.Borneo Abadi Jaya mempunyai lahan 15 hektar daerah balikpapan letak strategis di dua jalur industri dan pariwisata.dengan management pemasaran yg profesional. Kami bertanggungjawab atas pemasaran dan penjualan yang tidak begitu sulit kami lakukan. Kami hanya kekurangan modal untuk pembangunan.karena banyak nya permintaan pasar.jika bapak berminat sebagai investor /kontraktor yang ingin bekerjasama hub saya di 081330703658 pin 29ffe58c. Sistem kerjasama s-i pembayaran dilakukan setelah akad kredit langsung masuk rek masing masing.kami developer yang bekerjasama dengan bank BTN dan BRI. Perencanaan perumahan tahap ke 3 sekitar 350rumah status tanah SHM Kalimantan timur.

    Terimakasih
    Swastika☺

  • bambang

    kami ada stock lahan di balikpapan km 8, berdampingan dengan lokasi lahan grand city balikpapan, luas lahan 96000 m, di jual dengan harga 45 ribu/meter nego, legalitas segel, harga pasaran tanah di daerah tersebut untuk legalitas segel kisaran 50 ribu s/d 75 ribu per meter2, jika ada yang berminat dapat menghubungi kami di 081255273748