Ridwan Saidi Rumah Murah VS Mobil Murah

Selasa, 19 Nov 2013 |

Housing-Estate.com, Jakarta - JAKARTA, Housing-Estate.com – Berbicara dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta, 19 September 2013, Ridwan Saidi mengocok perut peserta sekaligus memberikan masukan dalam membangun Jakarta Baru seperti tema Rakerda. Bekas anggota DPR dari Fraksi PPP ini diundang sebagai tokoh dan budayawan Betawi.

Ridwan Saidi

Ridwan Saidi

“Warga Jakarta ada sembilan jutaan, yang benerbener asli Jakarta tinggal 30 persen. Makanya bikin apartemen nggak usah dibates-batesin tingginya, perizinan jangan dibikin susah, supaya apartemen bisa dijual murah, saya bisa beli, warga Jakarta bisa tetep tinggal di Jakarta,” katanya. Pria kelahiran Jakarta, 2 Juli 1942, ini menjelaskan, tak perlu juga takut dengan gempa bila hunian di Jakarta makin menjulang. Alasannya, di jajaran kota-kota pelabuhan antara Medan dan Makassar, Belanda sudah tahu Jakarta paling rendah risikonya terhadap gempa. “Jadi nggak usah takut bangun tinggi-tinggi, apalagi sekarang udah banyak ahlinya. Borobudur aja kagak ambruk, kenapa takut sih? Yang orang Betawi kan gua, jadi gua yang tau,” jelas suami Yahma Wisnani yang juga concern terhadap sejarah Jakarta ini. Ayah lima anak ini menambahkan, program rumah tapak bersubsidi seharga Rp95 juta kurang tepat ditawarkan kepada orang Betawi berpenghasilan paspasan, karena lokasinya di pinggiran Jakarta yang jauh. “Sekarang ada program mobil murah, harganya bisa di bawah Rp95 juta. Mending beli mobil itu (daripada beli rumah tapak bersubsidi jauh di pinggiran). Kita tinggal di situ, ke WC kan cuma Rp2.000, nggak perlu ke luar kota,” seloroh Ridwan. | Penulis: Yudis, Foto: Susilo

baca berita lainnyadi Majalah Housing Estate edisi November 2013 atau unduh dari iPhone, iPad dan Android di Wayang Force, Scanie, dan Scoop.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan