Teguh Kinarto Pernah Menyandang Raja RSH

Jumat, 22 Nov 2013 |
Teguh Kinarto

Teguh Kinarto

Housing-Estate.com, Jakarta - JAKARTA, Housing-Estate.com – Teguh Kinarto (61) bukanlah nama asing dalam industri properti nasional. Bapak empat anak kelahiran Surabaya, 2 April 1952, ini salah satu developer senior di Jawa Timur. Ia memulai kiprah bisnis dengan membangun rumah sejahtera tapak (RSH), dulu dikenal dengan rumah BTN, sebelum meningkat ke rumah-rumah kelas menengah dan menengah atas. Di kota Malang ia mengembangkan Villa Puncak Tidar (70 ha), salah satu perumahan menengah atas terbesar di kota itu. Lalu mengembangkan Palm Spring di Surabaya, dan bekerjasama dengan Ciputra Group mengembangkan Citra Garden Sidoarjo, serta sejumlah proyek properti di Malang dan Sidoarjo. Komitmennya dalam menyediakan hunian untuk masyarakat bawah tidak diragukan lagi. Ia pernah menyandang raja RSH berkat kontribusinya membangun puluhan ribu unit yang tersebar di sebagian besar kota di Jawa Timur. Pengalamannya di organisasi Real Estate Indonesia (REI), organisasi para pengusaha di bidang properti, juga komplit. Pemilik Podo Joyo Masyhur Group ini pernah menjadi Ketua DPD REI Korwil Malang, Ketua DPD REI Jawa Timur, dan di DPP REI periode 2010-2013 menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Pertanahan.

Dalam Munas REI yang akan berlangsung November 2013 ini Teguh muncul sebagai salah satu kandidat pengganti Setyo Maharso, Ketua Umum DPP REI periode 2010- 2013. Ia termotivasi merebut posisi kursi tertinggi di REI ini agar dapat berperan secara maksimal meningkatkan profesionalitas para anggota, khususnya developer rumah menengah bawah. “Sudah saatnya kami meningkatkan pengabdian di REI dengan maju menjadi calon ketua umum periode 2013- 2016. Kebetulan anak-anak dan menantu sudah siap melanjutkan bisnis properti yang kami rintis sehingga seluruh tenaga dan pikiran bisa sepenuhnya untuk REI,” katanya.

Sederet program sudah disiapkan kalau dirinya terpilih jadi ketua umum REI. Salah satunya membuat pelatihan rutin untuk para pengembang rumah sederhana. Training ini bertujuan memberi bekal kepada anggota dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu, termasuk menyikapi kebijakan yang terkait dengan pengucuran KPR.

Soal kepemilikan properti oleh orang asing juga akan menjadi prioritasnya. Ia akan mendorong pemerintah dan DPR membuka kran kepemilikan properti bagi orang asing. Untuk itu keterlibatan REI di federasi real estate internasional FIABCI (Fdration Internationale des Administrateurs de Biens Conseils et Agents Immobiliers) akan dimaksimalkan. Sektor properti termasuk salah satu lokomotif perekonomian nasional . Sektor ini menghidupi ratusan industri terkait dan memberikan lapangan kerja bagi jutaan pekerja. “Jika orang asing diijinkan beli, maka industri ini akan berkembang pesat dan menghidupi pekerja lebih banyak lagi,” tambahnya. | Penulis: Samsul – Foto: Susilo

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan