Menjadi Diri Sendiri di Kamar Mandi

Senin, 2 Des 2013 |

Menjadi Diri Sendiri di Kamar Mandi

Housing-Estate.com, Jakarta - Tren desain kamar mandi masa kini sangat terkait dengan gaya hidup seseorang.

Mandi berendam dengan aroma terapi diiringi alunan musik kini menjadi dambaan banyak warga urban. Kamar mandi bagi mereka bukan lagi sekadar fasilitas membersihkan tubuh, tapi tempat membebaskan diri dari rutinitas yang menjenuhkan.

Di bathtub kamar mandi mereka bisa memanjakan tubuh sambil membaca novel dan menenggak wine, atau merelaksasi badan ala spa di whirlpool dan jacuzzi sambil memutar lagu favorit.

“Kamar mandi itu tempat Anda bebas menjadi diri sendiri,” ujar Naning Adiwoso, principal Indonesian Interior and Architectural Space (INIAS). Karena itu tren desain dan fasilitas di dalamnya sangat terkait dengan gaya hidup seseorang.

Mengenai kelengkapan fasilitas di kamar mandi, selain kebutuhan dan gaya hidup, juga tergantung ruang yang tersedia. Makin lengkap fasilitas yang diinginkan, makin luas ruang yang dibutuhkan.

Sebagai patokan, untuk kamar mandi standar dengan sebuah wastafel, closet dan shower tray, cukup ruangan 1,2 x 2 m. Bisa juga dibuat agak memanjang 1,5 x 2,5 m, karena akan memudahkan penempatan titik-titik pipanya dalam satu garis.

Tema

Agar menghadirkan suasana yang diinginkan, kamar mandi perlu dilengkapi penciptaan suasana ruang yang tematik. Misalnya, melalui pemilihan material untuk lantai dan dindingnya. Bila ingin bernuansa etnik, lantai kamar mandi bisa disusun dari material batu-batuan atau bilah-bilah kayu. Perhatikan pemeliharaannya, karena material lantai yang bertekstur akan lebih mudah menyerap debu.

Untuk tema lebih modern, bisa dipilih penggunaan lantai dari keramik yang lebih halus. Pilihan warna terang dan tidak mengilap akan lebih baik dan aman, karena tidak terkesan licin. Sebagai aksentuasi dan memperkaya kesan ruang, bisa ditambahkan sedikit keramik bermotif sebagai border pada lantai atau dinding.

Kamar Mandi

Kamar Mandi

Pencahayaan dan warna

Untuk pencahayaan, menurut wanita yang tengah mengkampanyekan Gerakan Nasional Standarisasi Toilet Umum Indonesia itu, sebaiknya menggunakan lampu hemat energi dengan pilihan warna hangat (warm colour). Jika ingin menggunakan lampu jenis TL yang cenderung berwarna putih, sebaiknya tidak menyorot langsung ke bawah.

Pencahayaan juga harus didukung pewarnaan dinding yang selaras. Pilihan warna yang berkesan ringan akan membantu kamar mandi tampak lebih stylish. “Kamar mandi itu tempat yang rileks. Jadi kesan ruangnya harus cheer up dan lifely,” ungkap   perempuan lulusan interior design dan arsitektur dari Amerika Serikat yang juga principal PT Asri Desindo Intiwidya itu.

Agar kamar mandi tidak berkesan monoton, Anda cukup mengganti warna cat pada dinding. Karena itu tak perlu menutupi seluruh dinding dengan porselen. Cukup setinggi 1 meter atau di daerah basah saja, misalnya pada shower tray. Dengan demikian ada sisa dinding yang selalu bisa dimodifikasi. Halimatussadiyah

Dimulai Dari Kali

Dulu kita tidak mengenal kamar mandi dengan segala perlengkapannya untuk membersihkan tubuh. Orang cukup pergi ke sungai dan semua urusan buang hajat, mandi, sampai mencuci bisa dilakukan di situ. Tak perlu repot menyiram, karena arus sungai akan menghanyutkan semua kotoran.

Kemudian orang membuat sumur dengan sistem timba agar mandi lebih dekat dengan rumah. Baru pada era 1960-an, setelah sekian lama pengaruh kolonial masuk ke Indonesia, orang kebanyakan mengenal kamar mandi tertutup. Sesuai perkembangan ekonomi dan gaya hidup, pada dekade ini kepentingan terhadap privasi mulai diperhatikan.

Sedangkan penggunaan bathtub oleh kalangan menengah atas sebagai wadah untuk berendam, baru dikenal pada tahun 1980-an. Tradisi mandi yang diadopsi dari Barat ini sebetulnya tidak klop dengan kebudayaan di Indonesia, yang frekeunsi mandi warganya minimal dua kali sehari. Orang barat kala itu boleh jadi hanya mandi dua kali seminggu.

Terakhir seiring perkembangan zaman, kamar mandi pada era 1990-an tidak lagi hanya menampung urusan membersihkan diri, tapi sudah berkembang menjadi bagian gaya hidup, bahkan juga pendorong gairah seks.

 

Tips kamar mandi

 Agar sirkulasi udaranya bagus, sebaiknya letak kamar mandi berhubungan langsung dengan ruang luar. Atau pasang exhaust fan untuk mengurangi kelembaban di dalamnya.

Pisahkan daerah kering dan daerah basah di kamar mandi dengan glassblock, sliding glass atau shower curtain.

Sebaiknya tempatkan wastafel, closet/monoblock dan shower tray dalam satu garis sehingga pemipaan air kotornya lebih hemat dan mudah dideteksi jika terjadi kebocoran.

Jauhkan kesan ruang yang terlalu tertutup, tapi ciptakan sedikit celah berupa kaca transparan menghadap ke taman atau kolam dengan view yang menarik untuk menyegarkan suasana.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan