Penghargaan “Begawan Properti” untuk Ciputra

Rabu, 4 Des 2013 |
Ciputra Meraih Begawan Awards

Ciputra menerima tropi penghargaan Begawan Properti dari pemimpin redaksi HousingEstate Joko Yuwono

Housing-Estate.com, Jakarta - Ciputra dan Pemasar Paling Berhasil

JAKARTA, 3 Desember 2013. Ajang HousingEstate Green Property Awards 2013 menyerahkan penghargaan khusus “Begawan Properti” kepada Ciputra (Chairman Ciputra Group) karena fokus dan dedikasi penuhnya di bisnis properti, serta penghargaan “Property Marketer of The Year 2013” kepada Direktur Marketing PT Alam Sutera Realty Tbk Lilia Sukotjo, dan “Innovative Property Marketer” kepada Managing Director PT Modernland Realty Tbk Andy K Natanael.

Ciputra dinilai  konsisten dan fokus menggeluti bisnis properti (ditambah sedikit bisnis pers dan teknologi informasi), dengan melahirkan sejumlah proyek monumental melalui empat grup usaha: Jaya Group, Metropolitan Group, Metropolitan Land, dan Ciputra Group. Empat proyek dari Ciputra Group dan Metropolitan Land mendapat penghargaan HousingEstate Green Property Awards 2013 dan HousingEstate Favourite Residential Awards 2013.

Sempat goyah selama krisis moneter (krismon) 1998–1999 seperti konglomerasi bisnis lain di Indonesia, setelah itu Ciputra berhasil melajukan kembali semua grup usaha itu dengan baik. Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, ini juga sudah membawa keempat grup usaha besar (terdiri dari 7 perusahaan) di atas menjual saham di bursa efek atau go public. Bahkan, setelah krismon sebagian grup usaha terutama Ciputra Group sangat ekspansif bukan hanya di Indonesia (mengikuti otonomi daerah) tapi juga ke luar negeri (mengikuti globalisasi).

Karena konsistensi dan dedikasinya selama lebih dari 50 tahun dalam bisnis properti itu, Ciputra berkembang dari nama seorang konglomerat properti menjadi merek dagang terpercaya dan disegani yang menjadi acuan orang. Belum terlihat pebisnis lain yang melebihi kalibernya dalam bisnis properti sampai hari ini.

Pencinta seni terutama karya-karya pelukis “kiri” Hendra ini juga peduli pada dunia pendidikan dengan mendirikan banyak sekolah di setiap proyek yang dikembangkannya. Terakhir ia juga mendirikan Universitas Ciputra di dalam kawasan perumahan Citraland Surabaya.

Salah satu mata ajaran universitas itu yang sekarang getol dikampanyekannya supaya masuk kurikulum formal sejak dari sekolah dasar, adalah entrepreneurship atau kewirausahaan dalam semua bidang: bisnis, sosial, pemerintahan, akademis, dan lain-lain. Untuk itu ia membentuk entrepreneur centre di universitas tersebut.

Menurut Ciputra, negara ini sulit maju dan makmur karena tidak mampu mengolah kekayaan alamnya yang berlimpah akibat ketiadaan entrepreneurship dengan ciri utama: cakap mencari peluang, inovatif, dan berani mengambil risiko. “Keberanian mengambil risiko paling menentukan entrepreneurship. Banyak yang cakap mencari peluang dan inovatif, tapi tidak berani mengambil risiko. Akibatnya ia tidak pernah mencoba dan memulai,” katanya.

Pendiri klub bulutangkis Jaya Raya (Jakarta) yang banyak melahirkan juara dunia ini juga mengatakan, untuk bisa maju sebuah negara harus memiliki entrepreneur (wirausaha) minimal dua persen. Saat ini di Indonesia baru ada 400 ribu entrepreneur atau 0,18 persen dari jumlah penduduknya, dibanding Amerika Serikat dan Singapura yang mencapai 5–7 persen.

Sibuk berbisnis tidak melalaikan pengusaha yang setelah krismon lebih banyak aktif di Ciputra Group ini mengelola keluarga. Ia juga berhasil mendidik anak-menantunya menjadi pengusaha seperti dirinya. Sekarang pengelolaan Ciputra Group yang dibaginya ke dalam tiga sub holding besar itu sudah diserahkan kepada enam anak-menantu tersebut.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan