Kamar Remaja Penuh Gaya

Minggu, 23 Feb 2014 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Lebih praktis dengan cermin di lemari pakaian dan poster dibingkai sebagai elemen dekorasi

Lebih praktis dengan cermin di lemari pakaian dan poster dibingkai sebagai elemen dekorasi

Housing-Estate.com, Jakarta - Selain untuk tempat tidur, anak remaja memerlukan ruang sosialisasi di dalam kamarnya.

Setiap masa pertumbuhan anak memunculkan karakter khas. Porsi kegiatan anak juga berbeda-beda sesuai usianya. Anak preschool misalnya, punya karakter khusus untuk istirahat, bermain, dan lebih suka hal-hal imajinatif atau berbau seni. Sedangkan anak berumur 6 – 12 tahun (mini adult) mulai pandai meniru orang dewasa. “Mereka butuh tempat untuk meniru seperti area bermain berupa dapur kecil untuk masak-memasak,” ujar desainer interior Nurul Wulansari, yang akrab disapa Riri.

Lain lagi perilaku remaja umur 10 – 15 tahun. Pada masa ini, anak lebih senang bersosialisasi. Mereka sudah mulai punya peer group atau sekelompok teman sebaya yang memiliki selera relatif sama. “Kelompok ini cukup memengaruhi selera anak. Misalnya, warna dan tema kamar bisa didominasi oleh selera kelompoknya,” jelas Riri yang bekerja di konsultan arsitektur dan interior Je_Feriasthama.

Ruang sosialisasi dan entertainment

Remaja dan kelompoknya akan sering melakukan kegiatan bersama-sama. Mulai dari belajar bersama sampai menginap di rumah teman. Kamar tidur menjadi tempat yang banyak dituju sehingga mereka kerap butuh ruang sosialisasi di dalam kamarnya.

Trundle bed

Trundle bed

Pemenuhan fungsi tersebut, menurut Riri, sangat bergantung pada peran orang tua. “Ada yang mengutamakan kamar anak hanya untuk tidur dan belajar. Ada juga yang memberinya kebebasan untuk memenuhi fungsi-fungsi lain buat si anak. Termasuk menyediakan ruang entertainment dan sosialisasi,” papar jebolan teknik arsitektur Universitas Indonesia itu.

Ruang sosialisasi bisa diwujudkan sekaligus sebagai sarana hiburan bagi remaja. Sesuaikan fungsi ruang dengan minat dan kesukaan anak. Jika anak hobi membaca, sediakan ruang kecil yang memuat rak-rak buku dan sofa yang empuk. Bisa juga hanya menggelar karpet bermotif atraktif di sisi muka atau samping ranjang.

Tidak masalah ukuran kamar terbatas. Bisa disiasati dengan pemilihan bentuk furnitur. Misalnya menggunakan tempat tidur jenis loft bed. Bagian atas difungsikan untuk ranjang, ruang kosong di bawahnya bisa untuk meja belajar atau ruang sosialisasi yang dilengkapi dengan komputer, radio dan lain lain.

Warna sesuai gaya

Pilih warna sesuai gaya dan mood yang diiinginkan remaja

Pilih warna sesuai gaya dan mood yang diiinginkan remaja

Pemilihan warna sebaiknya jangan menganut paham warna pink untuk kamar anak perempuan dan biru untuk kamar anak laki-laki. Keinginan anak di usia remaja sudah bermacam-macam. Sesuaikan dengan gaya dan mood apa yang mereka sukai.

Jika ingin gaya natural, lebih tepat mengambil warna-warna seperti cokelat atau beige. Untuk menampilkan kamar bertema fresh atau lifely, bisa dengan paduan warna lime green dan kuning atau warna plum yang mendekati merah marun. Sementara buat mereka yang menyukai kesan tenang (cool), dapat memilih warna biru muda.

“Tentukan dulu mood dan harmonisasi ruang seperti apa yang ingin dicapai di kamar sebagai guideline. Pemilihan warna disesuaikan dengan tema itu,” ungkap Riri. Halimatussadiyah 

Tips

  • Kamar remaja putra yang tidak menyukai beres-beres dapat disiasati dengan rak-rak modular atau boks-boks terbuka yang diberi label di bagian depan sehingga memudahkan pencarian. Sementara remaja putri yang suka menyimpan dan memajang benda-benda, bisa menggunakan laci tertutup dan rak terbuka untuk memajang. 
  • Untuk luasan kamar terbatas dan memerlukan tempat penyimpanan banyak, lebih baik menggunakan sistem lemari tanam. Meskipun sulit dipindah-pindahkan, ukuran dan bentuknya bisa disesuaikan. Lemari ini bisa disatukan dengan meja belajar atau dipasang memenuhi dinding. 
  • Kaca cermin di lemari pakaian cukup praktis untuk kamar remaja putra. Sementara remaja putri lebih menyukai kaca cermin yang lebih gaya menyatu dengan meja rias untuk menempatkan berbagai kebutuhannya. 
  • Gambar atau foto sosok idola kadang menjadi perhatian penting remaja. Bagian ini bisa menjadi elemen dekoratif di sudut ruang sosialisasi atau entertainment. Agar tidak merusak dinding, poster sebaiknya dibingkai atau disediakan papan khusus di dinding untuk menempelkan gambar-gambar kecil seukuran kartu pos. 

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan