Agar Rumah Bisa Bernafas

Minggu, 30 Mar 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Inner court dapat berfungsi sebagai generator udara alami

Jika manusia memiliki paru-paru untuk mengalirkan udara ke dalam dan ke luar tubuh melalui pernafasan, maka rumah juga perlu alat bernafas berupa inner court atau pelataran dalam. Berbeda dengan halaman depan atau belakang yang berhubungan langsung dengan ruang luar (eksterior), inner court justru dikelilingi ruangan-ruangan di dalam rumah.

Agar Rumah Bisa Bernafas

Menurut arsitek Aaron Purbo, inner court umumnya ditempatkan untuk memasukkan pencahayaan dan penghawaan alami. “Fungsinya bisa sebagai generator udara sehingga ventilasi dapat terjadi dua arah (cross ventilation),” kata alumni jurusan arsitektur Universitas Gadjah Mada (1995) Yogyakarta itu. Misalnya, ada bukaan jendela dari arah depan, keberadaan inner court membuat angin dapat mengalir melewati ruangan dari depan ke arah inner court atau sebaliknya.

Bisa panas bisa dingin

Desain inner court

Desain inner court harus dirancang dengan tepat dan benar agar dapat berfungsi optimal. Syaratnya harus terjadi perbedaan suhu antara ruang di luar rumah dan suhu di inner court sehingga angin bisa mengalir. “Prinsipnya udara bergerak dari suhu dingin ke suhu yang lebih panas,” kata Aaron.
Karena itu kita terlebih dahulu harus menganalisa kondisi udara. Tidak mutlak inner court dihadirkan untuk menghasilkan udara dingin. Misalnya, halaman belakang rumah yang terbuka lebih dingin, maka inner court harus diciptakan untuk menghasilkan panas. Dengan begitu udara dingin akan mengalir ke inner court melewati ruangan. Caranya, desain inner court dibuat berupa taman kering dengan bebatuan yang cenderung menghasilkan panas.

Sebaliknya jika udara di luar panas, maka inner court dibuat sebagai pendingin. Wujudkan inner court dengan elemen kolam air atau tanaman yang bersifat mendinginkan. “Kalau digabungkan antara batu, tanaman dan kolam air dalam satu inner court malah tidak ada efeknya,” ujar arsitek yang langganan mendesain Hotel Santika dan Amaris itu.

Ukuran ruang untuk menempatkan kolam air atau taman kering dari batu, minimal 2 x 2 m2 atau bahkan 1 x 2 m2. Sedangkan untuk tanaman butuh agak luas sekitar 3 x 3 m2.  Jenis tanaman yang dipilih sebaiknya yang tahan hidup di tempat teduh (indoor plant).

Laman: 1 2

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan