FX Teguh Kinarto, Akan Masuk ke Seluruh Pasar Properti

Rabu, 9 Apr 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Sebelum krisis ekonomi FX Teguh Kinarto, pemilik perusahaan properti Podo Joyo Masyhur Group, dijuluki “Raja Rumah Sederhana (RS) Jawa Timur”. Perumahan sederhananya tersebar di seluruh ibu kota daerah tingkat dua di Jawa Timur.

Teguh Kinarto

Teguh Kinarto

Prestasi paling fenomenalnya adalah saat mengembangkan perumahan sederhana di 22 kota sekaligus. Dalam setahun ia berhasil membangun 8.000 unit. Pembangunan rumah massal itu diresmikan Gubernur (waktu itu) Basofi Sudirman bersama 22 bupati dan walikota se-Jawa Timur pada 8 Agustus 1997, dipusatkan di Desa Asrikaton, Malang. “Sampai sekarang belum ada lagi proyek perumahan yang diresmikan secara bersama oleh bupati dan walikota se-Jawa Timur,” katanya.

Teguh mengaku lebih senang mengerjakan proyek kecil-kecil dalam jumlah banyak ketimbang mengembangkan proyek besar di satu atau dua lokasi. Pasalnya, meskipun manajemennya lebih rumit resikonya lebih kecil. Ia menganalogikannya dengan membuka restoran. Punya satu restoran besar yang menjual ikan mahal-mahal, resikonya lebih besar dibanding punya banyak warung nasi pecel di setiap sudut kota.

Dengan prinsip bisnis seperti itu terbukti ia selamat dari krisis ekonomi. “Sepanjang 1998-1999 setiap tahun saya masih bisa menjual 1.000 unit RS kepada prajurit, karena ASABRI (Asuransi ABRI) masih menyiapkan anggaran untuk 10.000 unit rumah bagi prajurit di seluruh Indonesia.” Sementara para developer proyek besar banyak menemui kesulitan likuiditas.

Prinsip lain yang menyelamatkan Teguh dari krismon, ia tidak ingin banyak menggunakan pinjaman. Meskipun bank bersedia membiayai proyeknya hingga 70 persen, suami Hartati Tjahjono ini paling banter memakainya 20 persen. Sisanya modal sendiri. Karena itu saat krismon ia tidak kesulitan menyelesaikan seluruh kewajibannya, termasuk kepada semua kontraktor rekanannya. Tak ada yang dibayar dengan kaveling.

Pengalamannya paling pahit saat krismon adalah ketika harus memangkas karyawan dari 800 orang menjadi 300. Langkah itu terpaksa dilakukan karena penjualannya menurun, sementara over head cost tetap atau bahkan cenderung meningkat sehingga keuntungan perusahaan merosot tajam.

Laman: 1 2 3

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan