Wisata Air dan Kuliner di Pinggir Dermaga

Sabtu, 12 Apr 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Bandung terus memancarkan pesonanya. Selain menawarkan wisata belanja dan kuliner bumi Priangan ini juga punya destinasi wisata keluarga di alam bebas yang sangat menarik. Bukan hanya Tangkuban Perahu,  Ciwidey,  Kawah Putih, dan Ranca Upas, kini Bandung punya Floating Market. Lokasinya dekat Pasar Lembang di jalan searah menuju kota Bandung.

Perahu tempat berjualan di pinggir dermaga

Perahu tempat berjualan di pinggir dermaga

Sejak dibuka akhir tahun 2012 kawasan wisata keluarga di Lembang ini langsung menyedot perhatian pengunjung.  Pada setiap akhir pekan ribuan orang tumpah ruah di tempat ini. Beruntung area parkirnya luas sehingga pengunjung mudah memarkir kendaraannya.

Awalnya tempat ini danau alami yang tidak terlalu besar (situ Umar) yang hanya dijadikan tempat pemancingan. Oleh pemiliknya lalu disulap menjadi tempat wisata air dipadu dengan konsep pasar terapung (Floating Market). Tema pasar terapung masih langka dan di Bandung belum ada.

Pengunjung dikenakan tiket masuk Rp10 ribu yang dapat ditukarkan dengan wellcome drink. Parkir kendaraan sejauh ini  masih gratis.

Tidak pakai duit

Pengunjung menikmati wisata air

Pengunjung menikmati wisata air

Di kawasan wisata air seluas 7,2 ha ini anak-anak dapat bermain sepuasnya di danau yang cukup luas. Mereka dapat bermain sepeda air, naik sampan atau perahu berkeliling danau. Setelah puas bermain pengunjung dapat menikmati kuliner di “food court” di pasar terapung. Ini menjadi sajian paling menarik di Floating Market. Semua jajanan dan makanan dijual di atas perahu yang ditambatkan di pinggir danau. Konsumen membeli dari pinggir dermaga yang sekaligus disulap jadi tempat bersantap.

Suasananya sangat riuh, pembeli berjebel di depan perahu menunggu antrean. Kalau ingin mencoba konsumen juga bisa membeli di atas danau dengan menaiki sampan. Tapi kalau belum mahir mengendalikan perahu sebaiknya jangan dilakukan karena perahunya akan bergoyang-goyang. Makanan yang dijual adalah menu tradisional dan kudapan khas Pasundan. Menu lain seperti soto, pizza, dan sea food tersedia di resto di luar pasar terapung.

Di Floating Market seluruh transaksi tidak ada yang menggunakan uang atau duit. Sewa perahu perahu dan berbelanja makanan menggunakan koin. Untuk itu sebelum berkeliling pengunjung harus mendatangi konter koin untuk menukarkan uang dengan uang koin. Pecahan koinnya 5 ribu, 10 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu.

Taman dan kampung Leuit

Suasana Pedesaan Kampung Leuit

Suasana Pedesaan Kampung Leuit

Di sekitar danau terdapat banyak bangunan yang  unik dan menarik. Bangunannya berupa rumah joglo adat Jawa yang digunakan untuk berjualan oleh-oleh, asesoris, dan resto. Lingkungannya dirancang cukup menarik menghadirkan taman yang indah dengan tanaman hias aneka rupa.

Di dalam kawasan terdapat beberapa taman tematik cukup indah dan menjadi obyek foto yang menarik, seperti Taman Batu, Taman Kelinci, Taman Angsa. Di sisi kanan danau terdapat Kampung Leuit yang menghadirkan suasana pedesaan. Di sini suasananya teduh dilengkapi saung-saung tua untuk beristirahat, lumbung penyimpanan hasil pertanian, sawah, dan lesung untuk menumbuk padi. Beberapa jenis tanaman seperti stroberi, kacang panjang, labu, dan pepohonan produktif seperti sukun dan pisang juga ada.  Pras

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan