Talaga Sampireun Menikmati Kuliner di Atas Danau

Jumat, 18 Apr 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Pilih menu favorit dan nikmati suasana yang khas mulai dari lesehan di pinggir taman, saung, sampai dek terbuka di atas danau, atau sambil memancing di gubuk bambu.

telaga-sampireun-1-housing-estate (2)

Menyantap nasi hangat dari bakul dengan lauk ikan gurame goreng terbang, udang galah kental-kentul, plus sambal mangga yang asam pedas, sepertinya layak Anda jajal di Talaga Sampireun (TS). Cicipi juga hidangan penutup tape goreng saus karamel yang manis dengan taburan keju. Tempat kuliner di perumahan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, ini menghadirkan tempat bersantap di tepi danau seluas 12.000 m2. Lokasinya di Jl Boulevard Raya, kawasan CBD, area Menteng Residence, Bintaro Jaya Sektor 7. Posisi TS persis terlihat di sisi pintu tol Pondok Aren.
Usaha patungan yang dirintis PT Jaya Real Property Tbk, pengembang Bintaro Jaya, dengan beberapa pebisnis itu sudah mulai dibuka 22 Desember 2010. Investasi yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp18 miliar. “Semua yang terlibat benar-benar orang-orang baru di bisnis kuliner, ini pengalaman pertama kami,” kata Henky Wijaya, Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk.

Saung eksklusif

Dining Hall lantai bawah berkapasitas 150 kursi

Dining Hall lantai bawah berkapasitas 150 kursi

Konsep restoran yang ditawarkan memang cukup menggigit untuk warga kota. Apalagi buat Anda yang gandrung membuat foto profil di jejaring sosial, tempat ini memuaskan untuk dijadikan latar belakang. Suasana ruang terbuka alami dihadirkan lengkap dengan sensasi air danau yang tenang dan pencahayaan di malam hari yang romantis.

Saung tunggal terbuka yang alami bisa untuk 6-8 orang

Saung tunggal terbuka yang alami bisa untuk 6-8 orang

Anda bisa memilih tempat duduk mulai dari lesehan di pinggir taman, saung di atas danau, pelataran terbuka yang terapung (floating deck) atau di lapak pemancingan dari gubuk bambu. Jika cuaca bagus, pilihan bersantap malam di floating deck dengan lampion menggantung di tiang bambu akan terasa istimewa.
Sementara fasilitas saung juga dirancang khusus dengan material kayu yang di-finishing halus dan atap dari lapisan ilalang. Di bagian pinggir saung terdapat dek kayu untuk bersantai menatap danau selepas makan. Desain saung meniru sejumlah tempat wisata di Bali yang berkesan eksklusif.

Selain bentuk saung standar yang terbuka, tersedia juga saung yang bisa ditutup dengan jendela kaca bening dan dilengkapi fasilitas alat pendingin ruangan. “Walaupun di ruang terbuka, standarisasi yang kita terapkan sekelas mal. Jadi, tetap nyaman karena bisa pakai AC dan tidak kumuh walaupun di saung,” jelas Henky. Jika tetap menginginkan makan di dalam ruangan, tersedia pula dining hall dua lantai berlapis pintu kaca transparan di tengah-tengah area TS. Diyah, Joko

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat.
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan