Permintaan Ruang Kantor di CBD Terjun Bebas

Rabu, 23 Apr 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Tren pelambatan pasar properti yang mulai terasa pada medio tahun lalu terus berlanjut hingga awal 2014. Selain retail penurunan paling besar terjadi pada permintaan ruang perkantoran. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir penyerapan ruang perkantoran di pusat bisnis (central business district/CBD) melorot tajam.

Pada triwulan I tahun 2014 permintaan ruang perkantoran di CBD hanya 16.000 m2. Padahal pada triwulan sebelumnya (triwulan IV 2013) permintaannya sekitar 24.000 m2. “Dibanding triwulan sebelumnya ada penurunan  permintaan hingga 32 persen,” ujar Angela Wibawa, Head of Markets Jones Lang LaSalle (JLL), pada acara media breafing Jakarta Property Market di Jakarta, Rabu (23/4).

Kawasan perkantoran di pusat bisnis (CBD)

Kawasan perkantoran di pusat bisnis (CBD)

Permintaan tersebut hanya pada gedung-gedung grade B dan C. Untuk gedung grade A nyaris tidak ada serapan baru. Ini disebabkan gedung grade A yang sudah beroperasi umumnya sudah penuh, sedangkan pasok baru tidak ada. Penurunan permintaan sudah diprediksi sejak tahun lalu, tapi JLL tidak menduga penurunannya sebanyak ini.

Kendati ada penurunan permintaan tingkat hunian (okupansi) gedung di CBD tetap tinggi 94 persen. Bahkan untuk gedung premium huniannya sampai 96 persen. Bisa demikian karena pada triwulan I tahun ini tidak ada gedung baru masuk pasar.

Mengikuti pasar yang semakin adem tren harga sewanya juga tidak bergerak. Selama triwulan I 2014 harga sewa hanya tumbuh 1 persen. Padahal dua tahun terakhir harga sewa ruang perkantoran di CBD tumbuh 30 persen. Menurut Anton Sitorus, Head of Research JLL, antengnya harga sewa ini ada kaitannya juga dengan penurunan nilai rupiah. Bahkan di gedung grade A yang sewanya pakai rate dolar harganya sewanya turun.

Penyewa minta diturunkan karena kalau tidak harga sewanya terlalu tinggi. Saat ini harga sewa gedung grade A di CBD 50 dolar AS/m2/bulan. Dengan nilai rupiah yang sempat jatuh hingga Rp12 ribu/dolar AS harga sewanya menjadi Rp600 ribu/m2/bulan. Saat ini harga sewa ruang perkantoran di CBD rata-rata Rp265 ribu/m2/bulan. Angela menyebutkan hingga tahun 2018 di CBD akan ada tambahan ruang perkantoran sebanyak 2,6 juta m2. Pasok yang ada sekarang 4,7 juta m2.

Non-CBD

Di luar kawasan CBD juga terjadi pelambatan tapi penurunannya tidak seburuk di CBD.  Penurunannya tipis dari sekitar 22.500 m2 di triwulan sebelumnya menjadi 19.500 m2. Ini untuk pertama kalinya permintaan kantor di kawasan sekunder melampaui CBD. Harga sewanya cukup kompetitif  sekitar Rp160.000/m2/bulan. Bahkan beberapa gedung di kawasan Jakarta Timur sewanya Rp90.000/m2/bulan.

Pasok ruang perkantoran baru di luar CBD juga cukup besar. Sampai 2018 mendatang ada tambahan 1,3 juta m2. Ini hampir 80 persen dari pasok yang ada (existing) sebanyak 1,8 juta m2. Paling banyak di koridor Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan. Di sini ada puluhan gedung baru sedang dan akan dibangun. Pras

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan