Merencanakan Pembangunan Rumah (Bagian I)

Sabtu, 26 Apr 2014 |

Menyusun RAB

Housing-Estate.com, Jakarta - SEBELUM MEMBANGUN ANDA PERLU MEMBUAT PERENCANAAN SUPAYA BIAYANYA TERKONTROL.

Proses membangun rumah baru atau renovasi membutuhkan biaya tidak sedikit. Untuk itu Anda perlu merencanakannya dengan matang. Caranya dengan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB adalah total anggaran biaya, termasuk upah tukang dan peralatan, yang dibutuhkan untuk pembangunan sebuah proyek konstruksi baik berupa rumah maupun bangunan lain.

Proses pengerjaan rumah di perumahan Puri Mansion

Proses pengerjaan rumah di perumahan Puri Mansion

RAB memuat uraian pekerjaan yang disusun menurut jenis pekerjaan dalam gambar kerja. Jadi, harus ada gambar kerja berupa detail desain bangunan sebagai dasar menyusun RAB. RAB akan memberi panduan yang jelas dan akurat kepada tukang di lapangan sekaligus mengontrol pengeluaran. RAB juga menjadi ukuran mutu bangunan berdasarkan spesifikasi material yang dipilih.

Spesifikasi bahan bangunan itu tertera rinci di RAB. Pilihan terpulang pada pemilik bangunan. “Pastikan semua spek bangunan tertulis dengan merek yang jelas dalam RAB. Kalau tidak bisa menjadi celah bagi kontraktor nakal untuk mengganti-ganti mutu bahan,” kata Ivan Darmanto, arsitek yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi dan real estate di Jakarta.

Sebaiknya Anda meminta pembuatan RAB kepada arsitek atau kontraktor berpengalaman. Penyusunan RAB idealnya berbarengan dengan proses mendesain. Jadi, sejak awal penciptaan desain sudah disesuaikan dengan kisaran bujetnya. Dengan adanya RAB kemungkinan penghitungan biaya pembangunan meleset dari perencanaan awal paling banyak 10 persen.

Analisis harga satuan

Komponen penting dalam menyusun RAB adalah harga satuan yang menganalisa harga upah tukang, harga material dan alat yang dibutuhkan untuk setiap satuan pekerjaan. Tersedia rumus standar untuk mendapatkan analisis harga satuan (AHS) tersebut. Menurut Ivan, harga satuan bisa jadi berbeda-beda pada setiap pemborong tergantung pengalaman. Misalnya, dengan mutu dan merek material yang sama, satu kontraktor bisa menawarkan harga yang lebih murah dibanding kontraktor lain. Tentu saja harga material sangat memengaruhi harga satuan pekerjaannya.

Hasil perhitungan harga satuan itu kemudian dikalikan dengan volume per item pekerjaan, kemudian dijumlahkan seluruhnya dalam RAB. Turunan dari RAB adalah pembuatan bill of quantity (BQ) yang menunjukkan daftar seluruh material dan jumlahnya yang harus tersedia untuk pembangunan. Daftar ini membantu pengontrolan pembelian material. Lazimnya RAB memiliki masa berlaku maksimal enam bulan. Artinya, jika ingin digunakan setelah itu harus diadakan revisi karena kemungkinan terjadi fluktuasi harga material. Diyah

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan