Pipa HDPE Mulai Menggeser PVC

Minggu, 11 Mei 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Instalasi perpipaan kontribusinya dianggap sangat kecil terhadap seluruh bangunan, hanya sekitar 3-4 persen untuk rumah dan 5-7 persen untuk highrise building. Padahal fungsi material ini sangat penting untuk menyalurkan air maupun sebagai saluran pembuangan air kotor.

Saat ini sebagain besar pipa yang digunakan untuk rumah dan infrastruktur saluran perkotaan menggunakan pipa berbahan plastik dari jenis polyvinyl chloride (PVC). Kelemahan pipa jenis ini mudah retak dan pecah selain penyambungan antarpipa menggunakan lem yang sering kali menjadi titik lemah di bagian sambungan ini.

Pipa HDPE produksi Vinilon

Pipa HDPE produksi Vinilon

“Saat ini pemilik bangunan mulai melirik pipa berbahan high density polyethylene (HDPE) yang lebih kuat, lentur, dan umur pakainya lebih lama,” ujar Sandy Susanto, Vice President Director PT Rusli Vinilon Sakti, produsen pipa Vinilon, di Bogor, Jumat (9/5).

Pipa HDPE juga bisa digunakan untuk saluran air dingin, panas, dan air minum. Tingkat kelenturannya juga tingggi (400 persen) sehingga cocok  untuk daerah rawan gempa. Pipa HDPE sudah lama digunakan di Kota Kobe, Jepang, yang dikenal rawan gempa. Kegiatan rekonstruksi pasca tsunamai Aceh juga banyak menggunakan pipa jenis ini. Kendati volumenya masih kecil pertumbuhan pipa HDPE  lebih besar dari pipa PVC. Belum populernya pipa HDPE  karena soal harga, sekitar 1,5 kali lebih mahal dari pipa PVC.

“Proyek-proyek telekomunikasi dan saluran air PDAM sudah menggunakan pipa HDPE. Beberapa perumahan di Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, dan Cakung, Jakarta Timur, mulai menggunakan pipa HDPE,” katanya.

Vinilon Education Center

Vinilon di usianya yang ke-35  juga meluncurkan pusat pendidikan dan latihan atau Vinilon Education Center. (VEC).  VEC memberi pelatihan kepada para aplikator pipa baik aplikator pemula maupun semi professional. Saat ini ada 144 orang sedang dibina, mereka akan diberi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) bidang perpipaan dengaan rata-rata peserta pelatihan sebanyak 30 orang. “Saat ini belum ada standarisasi untuk pekerja dan aplikator pipa, semoga VEC menjadi  trigger di bidang ini,” jelas Sandy.

Vinilon saat ini mampu memproduksi pipa PVC sebanyak 26 ribu ton/tahun dan pipa HDPE 15 ribu ton/tahun. Vinilon juga sudah mengekspor produknya ke Malaysia dan Singapura. “Pertumbuhan pipa PVC saat ini kurang dari 10 persen per tahun, sementara pipa HDPE mencapai 20 persen,” imbuhnya. Yudis

 

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan
  • hadi prasetio

    mohon dapat dikirim harga pipa sampai di bandar lampung, terimakasih