Vila di Lombok Bidik Konsumen Jakarta

Kamis, 15 Mei 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Ajang pameran properti REI Expo 2014 yang berlangsung di JCC Jakarta 10 – 18 Mei 2014 tidak hanya diikuti proyek-proyek properti yang dikembangkan di kawasan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Vila-vila yang dibangun di kawasan wisata Lombok juga ikut ajang pameran ini. Salah satunya Hufah Villas dibangun di pantai Senggingi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hufah Villas

Hufah Villas

Senggigi disebut-sebut sebagai kawasan turisme masa depan yang kalau digarap serius dapat mengalahkan Bali. Alamnya yang indah dan pantainya yang masih perawan jadi kekuatan pusat-pusat wisata di Lombok. Turis asing termasuk domestik sudah banyak yang menjadikan Senggigi sebagai destinasi wisata. Dari Senggigi wisatawan umumnya melanjutkan perjalanan ke Gili Nangu dan Gili Trawangan, sebuah pulau kecil yang dapat ditempuh dengan perahu kurang lebih 30 menit.  Kalangan wisatawan menjuluki gili ini sebagai “surga” yang wajib didatangi siapa pun yang berwisata ke Lombok.

Hufah Villas yang dikembangkan PT Tanah Hufa menawarkan 15 unit vila. Semuanya bangunan dua lantai seluas 195 m2 di atas tanah 390 – 550 m2. Termurah Rp3,1 miliar (195/504). “Dari 15 unit yang kami tawarlan sudah terjual delapan unit,” ujar Nizar, staf pemasaran Hufah Villas.

Seperti halnya kondotel (kondominium hotel) yang marak ditawarkan di pusat-pusat bisnis dan wisata, Hufah Villas juga ditawarkan sebagai properti investasi. Vila-vilanya akan dikelola secara professional untuk disewakan. Nizar menyebutkan uang konsumen yang ditanamkan di Hufah Villas akan kembali (break event point/BEP) pada tahun ke-12. Return on Investment (RoI) atau pendapatan rata-rata setiap tahun sekitar 8,4 persen.  Pada tahun 1-2 dengan okupansi atau tingkat hunian 25 persen pemilik vila akan menerima pemasukan Rp171 juta (nett) setelah dikurangi biaya operasional. “Tarif sewa vila berkisar Rp2.250.000 – Rp2,5 juta/malam,” imbuhnya.

Menginjak tahun ketiga hingga ke-12 tingkat huniannya akan meningkat 30 – 55 persen dengan tariff sewa Rp2.750.000 – Rp5,5 juta per malam. Pada tahun ke-12 diperkirakan konsumen sudah menerima total pendapatan Rp3,11 miliar. “Selain itu pemilik vila dalam setahun mendapatkan menginap gratis 25 hari,” ujar Nizar. Pras

 

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan