Mengenal Gifu Lewat Kerajinan

Sabtu, 7 Jun 2014 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Bekerja sama dengan Gifu Prefectural Government, galeri Dialogue artspace yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan menyelenggarakan Gifu Design Week pada 5-15 Juni 2014. Pameran ini memperkenalkan produk-produk desain dan kerajinan Jepang yang dibuat oleh seniman dari Gifu. Diantaranya, kerajinan kertas washi khas Jepang dari Ieda Mino washi, produk keramik untuk perangkat makan  dari NISSIN accent, Marunao Seitosho Ceramic, Miyama Ceramic, Kaneko Kohyo Pottery, Hako Masu, dan  Oda  Pottery serta produk lampu lampion AKARI karya artis Isamu Noguchi.

Produk Keramik Gifu

Produk Keramik Gifu

Pembukaan pameran dihadiri langsung oleh Gubernur Gifu Hajime Furuta, perwakilan dari kantor Kedutaan  Besar Jepang di Indonesia dan perancang busana Harry Darsono yang diundang khusus oleh kaisar Jepang Akihito untuk mengunjungi Gifu. “Kota ini seperti menyihir saya karena sangat menarik, padahal tidak pernah tahu sebelumnya ada Gifu di pusat Jepang,”ujar Harry dalam sambutannya dalam pembukaan Gifu Design Week di Dialogue (4/6).

Gifu adalah kota administratif yang terletak di tengah-tengah Jepang antara Tokyo dan Osaka. Terbagi dalam dua wilayah yakni Hida di Gifu Utara dan Mino di Gifu Selatan.

Kekayaan alamnya beragam mulai dari gunung setinggi di atas 3.000 meter di atas permukaan laut hingga sungai untuk memancing. Potensi alam di Gifu menjadi sumber daya pengembangan produk-produk yang dilestarikan secara turun temurun sepanjang musim terutama dalam seni kerajinan.  “Gifu menjadi titik temu budaya timur dan barat sehingga memiliki keunikan tradisi dan potensi yang istimewa dalam pengembangan produk,” ujar Gubernur Gifu Hajime Furuta.

Produk Keramik Gifu

Produk Keramik Gifu

Inspirasi pembuatan lampion misalnya, ada di  kota Oribe, pembuatan tembikar dan keramik ada di kota Tajimi, Toki dan Mizunami. Sekitar 60 persen dari produksi keramik nasional Jepang berasal dari kawasan tersebut. Arsitektur tradisional di  desa Shirakawa (Mino) bahkan, telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Tradisi yang berkembang menjadi sumber inspirasi bagi para desainer kontemporer masa kini. Seperti seniman Isamu Noguchi mengkreasikan lampion bergaya modern dibawah bendera Akari Lights, sedangkan Ieda mengembangkan penggunaan kertas tradisional washi (Mino Washi Paper) dengan variasi teknik lukis. Diyah

 

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan