Ridwan Kamil, Bukan Tukang Gambar

Sabtu, 21 Jun 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Kompetisi global saat ini menurut Ridwan Kamil bisa menimbulkan rasa takut atau berani. Bagi arsitek lokal yang berani mengambil proyek-proyek di luar negeri, era perdagangan bebas (free trade) itu menguntungkan. “Sebaliknya kalau takut, malah arsitek asing yang banyak datang ke Indonesia mengambil proyek-proyek di sini,” kata arsitek yang kini jadi Wali Kota Bandung (Jawa Barat) ini,

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Tentu saja butuh banyak strategi untuk menghadapi kompetisi global. Berdasarkan pengalamannya, arsitek tidak hanya dituntut unggul dalam konsep tapi juga delivery. Emil, begitu sapaan akrabnya, pernah gagal memenangi tender karena kalah cepat menargetkan penyelesaian proyek dibanding pesaingnya. “Secara bisnis siapa yang cepat dia yang paling berhasil. Jadi, bukan karena reputasi desain semata,” kata pemilik konsultan arsitektur Urbane yang antara lain merancang mega superblok Rasuna Ecpicentrum, Kuningan-Jakarta Selatan itu. Sebab itu ia memotivasi para arsitek agar  juga mengerti analisis ekonomi, properti, perbankan, tata kota dan bidang terkait lain. “Supaya bisa berargumentasi dengan developer saat mengajukan desain sehingga arsitek tidak sekedar tukang gambar,” ujarnya. Diyah

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan