Destinasi Kuliner Penuntas Selera

Selasa, 29 Jul 2014 |

Dalam satu kawasan terdapat 16 gerai resto yang berdiri independen dengan bangunan, pelataran dan taman luas.

Housing-Estate.com, Jakarta - Hujan tipis menyambut datangnya waktu makan siang hari itu. Sejumlah kendaraan berdatangan memasuki kawasan de’Culinaire yang luas dan menampung banyak restoran. Ada yang masuk pelataran Leko, Burger & Grill, Steak 21, Mang Kabayan, dan lain-lain. Tatanan kursi-kursi modern dan tradisional di dalam ruang resto dan orangorang yang asyik menikmati kudapan langsung tertangkap mata dari pelataran parkir. Dinding kaca transparan di semua gerai membuat suasana lebih terbuka, orang di dalam dan di luar ruang bisa saling lirik dari kursinya masing-masing.

Destinasi Kuliner Penuntas Selera

de’Culinaire adalah fasilitas baru di Kota Harapan Indah (KHI), salah satu perumahan berskala kota (2.000 ha) di Jl Sultan Hamengkubuwono IX (d/h Jalan Raya Bekasi), Bekasi (kota), yang menghadirkan beragam tempat bersantap. Lokasinya dekat bundaran besar KHI tidak jauh dari pintu gerbang di Jl Sultan HB. Dulu di bundaran itu berdiri patung “Tiga Mojang” setinggi lima meter karya Nyoman Nuarta yang begitu indah. Sayang ikon kawasan itu kalah oleh nafsu anarki sebuah ormas yang tidak paham seni dan memintanya disingkirkan.

Keluarga dan orang kantoran

Destinasi Kuliner Penuntas Selera 3

Sejak gerai resto makin komplit, de’Culinaire yang merupakan area hang out pertama yang cukup representatif bagi kaum menengah urban di koridor Jl Raya Cakung – Bekasi, sudah diminati banyak pengunjung. Pada jam makan siang, lebih-lebih malam hari, pengunjungnya cukup padat. Banyak juga yang menjadikan de’Culinaire sebagai titik kumpul (melting point) dan destinasi mereka yang beraktifitas atau tinggal di koridor jalan tersebut sebelum pulang ke rumah.

Destinasi Kuliner Penuntas Selera 2

Selain orang-orang kantoran, banyak pula kalangan keluarga mampir untuk makan bersama. Seperti terlihat siang itu di Steak 21, dua orang ibu beserta anggota keluarganya duduk-duduk santai menunggu pesanan datang. Mereka mengambil tempat di kursi sedan warna merah di ruangan yang interiornya ditata elegan mengombinasikan nuansa merah, coklat, dan putih. Tak lama pesanan datang: steak gindara, sirloin, plus orange float. Rombongan yang lain menikmati chicken gordon bleu dan nasi goreng seafood. Menurut pramusaji, orange float adalah minuman favorit Steak 21. Setelah ikut menikmati, rasanya segar, lembut dinginnya meleleh di lidah. Di akhir pekan Anda harus rela antri karena banyak rombongan keluarga yang datang.

16 gerai resto

de’Culinaire (5 ha) memikat pengunjung bukan saja karena suasana gerainya yang nyaman, tapi juga pilihan restonya yang beragam. Di kawasan itu terdapat 13 gerai resto dengan menu khasnya masing-masing. Semuanya sudah cukup familiar di kalangan kaum urban. Sebutlah Steak 21, Bumbu Desa, Leko, Burger & Grill, Crab Hut, Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, Bebek Kaleyo, Mang Kabayan, Hoka Hoka Bento, serta restoran fast food seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut, dan AW.

Destinasi Kuliner Penuntas Selera 7

“Sebentar lagi Pondok Nelayan, Rice Bowl, dan Little Penang juga akan membuka gerai di sini,” kata Hironymus Johanes, Marketing Manager KHI. Gerai resto berjajar di sisi kiri dan kanan menghadap ke jalan yang cukup lebar dan teduh dengan naungan rindang pohon-pohon peneduh. Deretan gerai dimulai selepas bundaran berakhir sebelum Giant Hypermarket. Paling depan KFC dan Mc Donald disusul yang lain.

Semuanya menempati bangunan independen, masing-masing di atas tanah 2.500 m2. Setiap gerai punya taman dan pelataran parkir luas lengkap dengan area makan outdoor dengan rancangan berbeda satu sama lain. Ada yang menggunakan atap pelindung, menghadirkan meja-meja bulat empat dudukan dengan payung penutup, ada juga yang langsung beratap langit. Bila cuaca bersahabat, tidak hujan atau terik, para penikmat tembakau bisa mengambil tempat di situ.

Leko termasuk yang memilih area makan outdoor beratap langit. Resto spesialis iga sapi penyet itu eksterior dan interiornya bernuansa natural. Interior didominasi bahan dari kayu, seperti terlihat pada meja kursi serta plafon. Di dalam ruangan banyak aksesoris bernuansa etnik, pernak-pernik antik, termasuk beberapa lampu gantung klasik. Rancangan interior seperti itu mengundang minat anak-anak dan membuat pengunjung betah. Suasana di koridor tidak berbeda, seperti terlihat pada dinding dan area bilas yang dipenuhi patung etnik. Konstruksi resto yang dibuka Januari 2012 itu terdiri dari dua massa bangunan, masing-masing bisa menampung 100 orang. Area di antara dua massa bangunan itu dijadikan taman. Pras

 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan