Modern Shiny

Sabtu, 2 Agu 2014 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Dapur masa kini telah berkembang dari sekedar tempat meracik makanan menjadi juga tempat mengobrol dan menjamu tamu. “Dapur sekarang adalah center point sebuah rumah dan karena itu harus bagus,” kata Alberto Valentini, Commercial Director Schiffini Mobili Cucine, perusahaan konsultan desain dapur asal Italia, dalam diskusi “Tren Desain Dapur 2012” di Jakarta, akhir November 2011.

Modern Shiny

Turut berbicara dalam diskusi yang diadakan berkaitan dengan perayaan 30 tahun Modena di Indonesia itu, adalah Customer Management Division Head PT Indomo Mulia (Modena) Lanny Kurniawan. Modena adalah merek produk kitchen set ternama asal Italia. Dalam diskusi sekaligus dilansir pemenang Modena Kitchen Design Awards yang diadakan untuk memperkenalkan desaindesain dapur terkini.

Berikut beberapa karya pemenang lomba itu yang diseleksi dari 300-an peserta, yang bisa menjadi inspirasi Anda. Semuanya mengambil gaya modern minimalis yang dingin dengan warnawarna terang dan bersih. “Tren warna dapur saat ini putih shiny dan beberapa warna pasta atau soft color seperti soft brown,” kata Alberto.

Modern Shiny 6
    1. Alpha Inter Design Kehangatan memancar dari material kayu yang diekspos pada sebagian besar kabinet dapur.
    2. Trendlifesytle Contoh desain dapur yang memanfaatkan area di bawah tangga.
    3. Melior Kitchen Kompak dengan memaksimalkan semua sudut ruang sampai ke bawah tangga. Gaya desain yang dingin dilunakkan dengan lapisan kayu pada kabinet dan dinding.
    4. Fasade Interior Desain dapur L shape di rumah besar dengan banyak ruang penyimpan

 

Modern Shiny 2
Modern Shiny 3

 

Tidak Harus Bersertifikat Green

Apa yang bisa kita lakukan untuk berbuat green dalam lingkup desain rumah kita? “Banyak sekali,” jawab Wendhi Djuhara, arsitek praktisi. Hanya, sekarang kebanyakan orang tahunya green itu dari material dan teknologi, seperti alat-alat elektronik yang ramah lingkungan: lampu, mesin cuci, AC, microwave, dan lain-lain.

Modern Shiny 5

Padahal, pengertian green luas sekali. Contoh sederhana, bisa dilihat dari fungsi-fungsi ruang di rumah. Banyak orang menyediakan ruang tamu di rumah, padahal mereka jarang menerima tamu. Atau membuat ruang home theatre, tapi belum tentu seminggu sekali digunakan. Jika kita menghilangkan fungsi-fungsi ruang seperti itu, dan menggantinya dengan membuat ruang multifungsi, kita sudah bisa dibilang ramah lingkungan. Dengan menghilangkan fungsi-fungsi ruang yang tidak perlu, ukuran tapak rumah lebih sedikit sehingga tidak banyak membuat perkerasan tanah. Kelebihan tanah bisa dipakai untuk taman dan area peresapan air.

Yang perlu diingat kalau kita mau bersikap ramah lingkungan, jangan terlalu banyak menapak di bumi. Carbon footprint itu diukur berdasarkan banyaknya kita memakai energi di tempat kita berdiri. Jadi kalau kita biasa hidup sederhana, tidak berlebihan, secara volume akan mengurangi bahan dan energi yang kita pakai, tambah Wendhi.

Tentang material bangunan, banyak orang berpikir harus memakai material yang bersertifikasi green jika ingin menerapkan konsep ramah lingkungan di rumahnya. Padahal, sebenarnya tidak harus selalu begitu. Pemakaian ulang bahan bangunan juga termasuk green. Yang penting sekarang bagaimana kita mendorong orang berperilaku green. âLakukan sebisanya. Jangan sampai karena tidak bisa menerapkan 100 persen konsep green di rumah, kita mundur, ujar Wendhi.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan