Kawasan CBD Akan Ditinggalkan

Jumat, 5 Sep 2014 |

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Kawasan bisnis (central business district/CBD) Jakarta bukan tak tergantikan. Semakin berkembangnya kawasan non-CBD dan akses bagus melalui jalan tol membuat para pebisnis melirik daerah-daerah baru itu.  Selain akses, mereka tertarik karena harga perkantoran dan ruang komersial di kawasan non-CBD lebih murah.

Illustrasi Gedung Perkantoran

“Kantor akuntan, asuransi, konsultan, termasuk perbankan tidak perlu lagi menyewa kantor di CBD. Mereka itu tidak terlalu sering ketemu klien,” kata Candra Ciputra, President Director PT Ciputra Development Tbk kepada housing-estate.com usai peluncuran superblok Ciputra International di Jakarta, Rabu (3/9).

Ciputra International dikembangkan di Jl Lingkar Luar Barat, Puri, Jakarta Barat. Lokasinya dekat jalan tol lingkar luar (JORR W2) Kebon Jeruk – Ulujami yang terkoneksi dengan tol Penjaringan – Bandara. Karena itu kawasan ini semakin strategis dan mudah diakses dari berbagai kawasan.

Tren tersebut sudah terjadi terutama di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan. Koridor ini sesak dengan gedung perkantoran dan banyak perusahaan merelokasi kantornya dari CBD ke sini karena aksesnya yang mudah melalui jalan tol JORR Taman Mini – Ulujami. Perkantoran juga mulai berkembang ke kawasan Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Di sini tengah dibangun gedung Indika Energy yang akan beroperasi akhir tahun ini. Hero Group dan Bank Permata juga membangun gedung di sini untuk kantor pusatnya.

Menurut Chandra, harga sewa perkantoran di luar CBD yang cukup murah jadi daya tarik tersendiri terutama bagi perusahaan baru. Tarif sewa perkantoran di kawasan Jakarta Barat berkisar Rp200 ribuan/m2 per bulan, sedangkan di CBD Rp350 ribu.  “Jadi, pebisnis lebih realistis, ngapain keluar biaya lebih mahal kalau bisa dapat lokasi  bagus dengan biaya lebih murah,” katanya.  Yudis

 

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan