Permintaan Rumah Naik Jelang Kenaikan Harga BBM

Senin, 8 Sep 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Terjadi anomali di pasar perumahan. Di saat pasar sedang  bergerak landai cenderung turun, tiba-tiba ada lonjakan permintaan yang cukup tajam. Di Kota Harapan Indah (2.000 ha) Bekasi, Jawa Barat, penjualannya sejak Agustus 2014 mengalami peningkatan luar biasa. Pada awal Agustus lalu perumahan besutan PT Hasana Damai Putra (HDP) itu  bisa melego 47 rumah dalam satu minggu senilai hampir Rp50 miliar.  Hyronimus Johanes, GM Marketing Kota Harapan Indah (KHI) menyebutkan, dalam sehari pihaknya pernah berjualan hingga 17 unit.

Cluster Vasana KHI

Cluster Vasana KHI

“Kita belum tahu persis apa faktor pendorongnya, yang kelihatan fasilitas di KHI bertambah lengkap sehingga ekspektasi konsumen semakin tinggi.  Dibanding perumahan sekelas harga kita juga kompetitif,” ujar Hyronimus kepada housing-estate.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menduga lonjakan permintaan itu ada kaitannya dengan rencana kenaikan harga BBM yang didengungkan pemerintah. Kenaikan tersebut sudah pasti akan diikuti naikknya harga jual rumah. Menurut Hyronimus, apabila harga BBM naik menjadi Rp8.000 per liter harga properti akan naik minimal 15 persen. Kenaikan harga rumah tidak dapat dihindari, imbuhnya, karena semua harga bahan bangunan juga ikut naik. “Biasanya yang paling tinggi kenaikannya besi,” katanya.

Di KHI rumah paling laku rata-rata di bawah Rp1,2 miliar. Tipenya 69/108 seharga Rp1,1 miliar di cluster Vasana. Rumah seharga Rp1,5 – 2 miliar peminatnya ada kendati tidak sebanyak tipe kecil. Karena permintaan hunian mungil  cukup besar KHI akan meluncurkan cluster Vasana tahap 2 yang akan dipasarkan Oktober mendatang. Tipenya sama, bangunan 69 m2 (2 lantai), tapi luas tanahnya lebih luas, lebar 7 dan 8 meter. Pras

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan