Apartemen di Paris Diburu Orang Asing

Sabtu, 13 Sep 2014 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Harga apartemen di Paris yang terus merosot menarik pembeli asing untuk berinvestasi. Berdasarkan data yang dikumpulkan para notaris setempat, sepanjang semester pertama 2014 pembeli asing mencapai 8,3 persen, naik dari periode sama tahun lalu sebesar 7,8 persen. Jumlah tersebut puncak pembelian apartemen oleh orang asing dalam 15 tahun terakhir.

Dari sekian banyak konsumen asing tersebut, 17 persen berkewarganegaraan Italia dan 6,5 persen dari Tiongkok. Hampir semua pembeli asing itu sebelumnya sudah tinggal di Paris. Karena itu, menurut Thierry Delesalle, notaris yang berbasis di Paris, mereka percaya kalau pasar properti Perancis akan membaik di masa mendatang. Padahal adanya kebijakan pembatasan penyewaan membuat pasar rumah di Paris semakin kurang menarik untuk investasi.

apartemen paris

Menurut Insee, kantor data statistik nasional, masa puncak pasar realestat di Paris sudah terjadi pada kuartal tiga 2012 dan sekarang sudah turun sebanyak 3,7 persen. Kecenderungan penurunan diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun.

Harga rata-rata apartemen di Paris saat ini 8.120 Euro per m2 (Rp 125 juta/m2) dalam kuartal kedua. Delesalle memperkirakan, pada kuartal ketiga ini harga akan turun sebesar 0,8 persen dan di akhir tahun harga bisa di bawah 8.000 Euro per m2 (Rp123 juta/m2).

Notaris lain, Frederic Dumont, bahkan memperkirakan harga bisa turun lebih cepat. “Dengan tren harga seperti sekarang, pembeli jadi lebih waspada dan investor enggan masuk. Apalagi ada pengenaan pajak, tingkat pengembalian yang lebih kecil dan pembatasan sewa,” tandas Dumont.

Melihat kecenderungan itu pemerintah Paris akan memberlakukan beleid baru guna mendorong pengembang lebih banyak membangun apartemen. Pajak penjualan tanah akan dikurangi, aturan pembelian tanah untuk investasi dipermudah, dan meningkatkan kontrol sewa apartemen. Pemerintah juga akan lebih melonggarkan pengembang perumahan dan memperingan aturan pembangunannya.

Tapi, menurut Delesalle, menilai aturan itu tidak akan efektif. Dampaknya hanya sementara. Menurutnya, pasar lebih membutuhkan aturan yang lebih stabil, sebab untuk membuat sebuah bangunan dari tahap awal membutuhkan waktu 4-6 tahun. Nta

(Sumber: Bloomberg)

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan