Rumah Dekat Pusat Komersial di LA Makin Laku

Sabtu, 11 Okt 2014 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Menyebut  Los Angeles (LA) yang terlintas di benak pasti sebuah kota indah dan makmur. Warganya kebanyakan kaum berduit dan selebriti, senang memiliki rumah besar, serba mewah dan berpemandangan indah. Itu dulu, sekarang tidak lagi. Menurut para agen properti di LA, saat ini the hottest properties bukan lagi yang punya dapur luar ruang berukuran besar atau parkir mobil yang memuat banyak kendaraan, melainkan rumah yang dekat kemana-mana dengan berjalan kaki. Untuk itu, para pembeli rela mengeluarkan uang lebih.

LA-house

Ilustrasi

“Berjalan kaki sedang jadi tren belakangan ini,” kata Paul Lester, seorang agen di Beverly Hills. Fenomena baru ini juga menyebar ke daerah yang memiliki boulevard dan tersedia layanan valet parking. Gaya hidup trendi itu sejatinya sudah mengakar di New York. Tapi hal itu lebih karena “keterpaksaan” mengingat ongkos parkir di the big apple itu sangat mahal. Selain itu tata ruang kotanya sudah berkonsep multifungsi atau dibentuk dekat dengan fasilitas.

Lester mengungkapkan, dirinya baru saja menjual rumah dekat The Grove seharga 3,4 juta dolar AS (Rp41,3 miliar). Padahal lima tahun lalu daerah ini dicuekin. Bahkan, menurut Lester, tidak sedikit pembeli mencari rumah yang bisa hanya berjalan kaki ke Melrose Avenue, kawasan komersial berisi toko-toko dan restoran.

Daerah lain yang juga sedang naik daun adalah North Hollywood. Dua tahun lalu aktor James Franco membeli rumah  bertipe duplex di daerah ini yang hanya tinggal berjalan kaki menuju Silver Lake.  Aktor televisi  peraih dua Emmy Award, Fred Armisen, juga membeli rumah di sini setahun lalu.  Kawasan Los Feliz, di luar area Hollywood, juga makin digemari.  Selain dihuni oleh beberapa selibriti, salah satunya Naya Rivera, bintang muda yang tenar dengan serial Glee, daerah ini memiliki banyak restoran, warung kopi, dan toko penjual barang-barang vintage.

Jimmy Martinez, agen dari Partners Trust, membenarkan adanya tren tinggal dekat kawasan komersial. Konsekwensinya harga rumahnya lebih tinggi. Tapi, kata Martinez, itu sepadan dengan kemudahan yang didapatkan. Misalnya tidak perlu lagi naik mobil untuk sarapan di restoran pada akhir pekan atau mengajak anak-anak ke taman bermain. “Mereka tidak lagi sekadar menyukai rumahnya, tapi juga lingkungannya. Jadi, uang yang mereka keluarkan untuk membeli kualitas hidup.

(Sumber:  Bloomberg)

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan