Menperin Ingatkan Produsen Bahan Bangunan Agar Lebih Kompetitif

Kamis, 16 Okt 2014 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat berpesan kepada para produsen bahan bangunan nasional untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Untuk untuk mengantisipasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku efektif pada Desember 2015. “Tidak ada yang bisa menghindar dari pasar bersama Asean, itu harus kita hadapi dengan meningkatkan efisiensi dan daya saing.  Kalau tidak, produk kita tidak bisa berkompetisi dengan produk dari luar,”   kata Hidayat dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Bahan Bangunan Favorit Developer 2014 yang diselenggarakan Majalah HousingEstate di Financial Hall Graha Niaga, Jakarta, Kamis (16/10).

Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam acara Penghargaan Merek Favori Developer 2014

Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam acara Penghargaan Merek Favori Developer 2014

Sebanyak 16 merek bahan bangunan dari berbagai kategori mendapat penghargaan. Jenis bahan bangunannya mencakup delapan kategori:  cat, pelapis lantai dan dinding, penutup atap, rangka atap, sanitari,  plafon gypsum, kusen non kayu, dan semen.

Hidayat mengingatkan agar pelaku industri bahan bangunan fokus ke pasar dalam negeri. Jangan sampai terjadi karena melirik pasar ekspor, pasar dalam negeri diserobot produk asing. Indonesia merupakan pasar terbesar di Asean. Dari sepuluh negara Asean yang populasinya sekitar 500 juta jiwa, setengahnya atau 250 juta adalah penduduk Indonesia. “Karena itu negara-negara Asean sangat bernafsu dengan MEA, pasar mereka menjadi luas dan tidak ada hambatan lagi,” imbuhnya.

Menurut Hidayat, penghargaan kepada produsen bahan bangunan sangat positif karena memotivasi mereka untuk lebih baik dan inovatif.  Prospek industri ini  juga bagus karena dibutuhkan sektor realestat yang terus tumbuh. Kontribusinya terhadap penerimaan negara juga cukup besar. Karena itu pemerintah harus memberi perlindungan kepada industri ini,  salah satunya dengan menerapkan standar nasional Indonesia (SNI). Dengan menerapkan SNI produk yang beredar memenuhi standar kualitas. Ia mengaku senang melihat sejumlah produk, seperti Roman, Toto, YKK, dapat mempertahankan kualitas dalam waktu lama.  Selain itu Hidayat juga mendorong pelaku usaha untuk aktif di asosiasi usahanya masing-masing. “Melalui  asosiasi kita memberikan masukan kepada pemerintah agar membuat policy bagus bagi dunia usaha,” katanya.

Editor: H. Prasojo
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan