Water Purifier Cara Murah Memperoleh Air Minum

Minggu, 16 Nov 2014 |

Menggunakan pemurni air adalah alternatif lain memperoleh air minum secara praktis dan murah.

Housing-Estate.com, Jakarta - Dua dekade lalu air PAM dan air tanah di Jakarta masih cukup enak dikonsumsi setelah dimasak. Tapi, setelah kota kian padat, air tanah dan sungai makin tercemar, air baku itu sudah tidak nyaman lagi di mulut. Karena itu sekarang kebanyakan rumah tangga di Jakarta mengandalkan air dalam kemasan (siap minum atau isi ulang) sebagai sumber air minum dan memasak. Hanya, biayanya mahal, dan kita tidak tahu kualitas sumber air serta keamanan proses pemurniannya.

water purifier 3

Sebagian rumah tangga lagi tetap memakai air PAM atau air tanah sebagai sumber air bersih, kemudian memasaknya sebelum diminum. Problemnya, selain kurang praktis dan butuh suplai gas atau minyak tanah, memasak tetap tidak mampu menghilangkan zat-zat kimia berbahaya dalam air seperti merkuri, pestisida, dan karat besi. Dari situlah kemudian produsen menawar- Menggunakan pemurni air adalah alternatif lain memperoleh air minum secara praktis dan murah. Cara Murah Memperoleh Air Minum kan instalasi pemurni air (water purifier) sebagai alternatif lain mendapatkan air minum secara lebih irit.

Kalau awalnya aplikasinya mirip instalasi pemurni air di depot air isi ulang: kurang praktis dan memakan ruang, belakangan lebih kompak dan tinggal pasang. Kita bisa melihatnya antara lain pada RO Hydro tipe 200, salah satu produk water purifier dengan sistem reverse osmosis (RO ). Yaitu, sistem penyaringan molekul besar dan ion-ion pada air melalui pemberian tekanan yang besar pada salah satu sisi membran atau filter penyaringnya, sehingga menghasilkan air yang lebih bersih untuk dialirkan ke filter berikutnya.

Menurut Yani Puspa Sari Dewi, Kepala Cabang PT Hydro Water Technology di Jakarta, sistem RO bukan hanya mampu menyaring partikel berbahaya, virus, dan bakteri, tapi juga memusnahkan zat kimia dan fisika dalam air dalam jumlah besar. “Karena itu airnya bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak,” katanya. Ia menambahkan, air biasa layak minum juga sudah bebas bakteri dan virus, tapi masih mengandung unsur kimia dan fisika meski di ambang batas yang ditolerir. “Alangkah baiknya jika kita bisa mengurangi lebih banyak zat fisika dan kimia pada air yang setiap hari kita minum,” ujarnya.

Unsur kimia yang dimaksudnya antara lain nitrat, sulfat, tembaga, mangan, besi, klorida, sianida, dan kromium. Sedangkan unsur fisika meliputi bau, rasa, warna, dan total dissolved solid (TDS–total zat padat terlarut) seperti garam, klorida, dan kadnium. Permenkes No 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum menentukan ambang batas nilai TDS yang ditolerir 500 mg/ liter. “Makin kecil TDS-nya, makin aman air dikonsumsi,” kata Hadi Kurniawan, Marketing Director CV Tirta Mandiri, penyedia RO Desalite (Taiwan).

Multifilter

Unit RO terdiri tangki air, pompa, dan filter. Produk tinggal dihubungkan dengan kran air di rumah dan akan menyaring air melalui lima filter yang tersedia sebelum dialirkan ke tangki air minum. Yakni, pre filter untuk menyaring lumpur, lumut, ganggang, dan tanah; filter sedimen untuk menghilangkan zat besi, kapur, mangan; filter carbon block untuk membuang karbon dan kaporit; membran yang merupakan inti RO untuk memisahkan air bersih dengan air kotor; dan post carbon untuk menetralkan bau, rasa, dan warna air.

Produk purifier RO Hydro berukuran kompak tidak memakan tempat

Produk purifier RO Hydro berukuran
kompak tidak memakan tempat

“Dari total air yang masuk ke dalam filter, kita akan memperoleh air layak minum sekitar 30 persen,” ungkap Yani. Artinya, dari 10 liter air baku yang masuk, kita akan mendapatkan tiga liter air minum. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti mandi dan mencuci. RO bisa dinyalakan sepanjang hari. Tiap kali tangki air minum berkurang, air baku baru otomatis masuk ke dalam filter dan diolah. Jadi, tangki tidak akan pernah kosong. Satu tangki rata-rata bisa menampung 190 liter air/hari. “Dalam dua seperempat jam RO bisa menghasilkan satu galon air minum (setara 19 liter). Jadi, dalam 24 jam bisa diperoleh 200 liter air minum atau sekitar 8–10 galon,” kata Hadi.

Ukuran produk 60 x 50 cm (panjang x tinggi). Jadi, tidak memakan tempat. Rangkaian filternya bisa disembunyikan di dalam kabinet dapur. Sedangkan tangki diletakkan di atas meja. Desalite dan Hydro Tipe 200 dijual seharga Rp2,5 juta dan Rp3,5 juta/set termasuk pemasangan dengan daya listrik 50 W dan 15 W. Keduanya diklaim sudah melewati uji produk di Kementerian Kesehatan. Hydro bahkan juga menguji keamanan produknya di Sucofindo.

Produk tidak butuh perawatan khusus. Tangki bisa dibersihkan dengan lap bersih dan kering. Sedangkan filternya diganti secara berkala. Misalnya, filter pertama diganti sebulan sekali, filter kedua dan ketiga 2–3 bulan sekali, sementara membran diganti jika air yang keluar dari penyaringan sudah kecil. Harga filter antara Rp10 ribuan sampai Rp35 ribuan/unit, yang bisa diperoleh di toko penyedia filter.

Tanpa listrik

Kalau kedua produk itu masih dirasa merepotkan, anda bisa memilih water purifier Pureit dari PT Unilever Indonesia yang lebih praktis dan tidak butuh listrik. Proses kerjanya hampir sama dengan RO , menggunakan beberapa filter. Yaitu, penyaring serat mikro untuk menghilangkan kotoran, filter karbon aktif untuk menghilangkan parasit dan pestisida berbahaya, prosesor pembunuh kuman untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya yang tidak terlihat, serta filter penjernih sekaligus penghilang bau, penetral rasa. Tiga filter terakhir disebut germkill kit (perangkat pembunuh kuman).

water purifier

Air yang dihasilkannya juga bisa langsung diminum. “Air dari Pureit seratus persen terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit,” kata Erwin Cahaya Adi, Brand Manager Pureit PT Unilever Indonesia, dalam jawaban tertulisnya kepada HousingEstate. Pureit mirip water dispenser yang terdiri dari wadah atas dan wadah bawah, masing-masing berkapasitas sembilan liter. Wadah atas berisi aneka filter untuk menyaring air, wadah bawah yang transparan untuk menampung air siap minum. Pengisian air secara manual.

“Untuk penggunaan pertama, isi penuh wadah atas dengan sembilan liter air tanah atau PAM. Dalam 45 menit sampai satu jam air akan mulai mengalir ke wadah bawah. Buang dulu air isian pertama ini, setelah itu isi kembali wadah atas dengan air baku yang baru,” jelasnya. Satu set Germkill Kit diklaim mampu menghasilkan 1.500 liter air minum atau setara 80 galon untuk 6–8 bulan pemakaian, tergantung konsumsi air setiap rumah tangga.

Penggantian Germkill Kit tergantung pemakaian. Untuk itu produk dilengkapi Germkill Life Indicator yang akan menyala bila Germkill Kit sudah harus diganti. “Bila Germkill Kit yang sudah habis masa pakainya tidak diganti, ada mekanisme otomatis yang akan menghentikan aliran air dari wadah atas ke wadah bawah. Jadi, keluarga Anda terjamin selalu mendapatkan air minum yang aman,” katanya.

Pureit disebut sudah memenuhi kriteria Enviromental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, untuk kehandalannya dalam menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air, serta sudah lolos uji kinerja dari laboratorium institusi/universitas di Indonesia (Sucofindo, UGM, ITB dan IPB) dan luar negeri seperti Scottish Parasite Diagnostic Laboratory, London School of Hygiene and Tropical Medicine (keduanya di Inggris), dan Indian Public Health Association (India).

Sementara ini Pureit dipasarkan di berbagai supermarket, hipermarket, dan toko bahan bangunan modern di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Harganya Rp500 ribu/unit dengan garansi satu tahun sejak tanggal pembelian. Sedangkan Germkill Kitnya dijual Rp150 ribu/set.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan