Rumah Tapak Tetap Dapat Subsidi Bunga

Jumat, 28 Nov 2014 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Pada eranya Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, pemerintah telah mencabut fasilitas likuiditas  pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah tapak dan dialihkan seluruhnya untuk rumah susun (Rusun) yang akan berlaku efektif Maret 2015. Di eranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono, aturan ini akan dikaji ulang.

Ilustrasi: Rumah sederhana

Ilustrasi: Rumah sederhana

“Saya ingin rumah tapak tetap mendapatkan bantuan pemerintah melalui skema FLPP, saya sudah meminta eselon I untuk mengkaji kembali aturan ini,” ujarnya saat acara media gathering Kemenpupera di Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/11). FLPP merupakan program pemerintah yang memberikan subsidi bunga sehingga masyarakat mendapatkan di luar bunga pasar selama masa kreditnya.

Intinya, Basuki kembali menegaskan, segala program maupun kebijakan yang terkait dengan hunian untuk rakyat harus tetap pro rakyat. Salah satunya adalah dengan mengembalikan aturan rumah tapak untuk kembali mendapatkan bantuan FLPP sehingga semakin banyak rakyat yang dapat dibantu.

Pemerintah sendiri pada tahun 2015 telah menganggarkan alokasi dana untuk FLPP sebesar Rp5,1 T untuk membiayai sekitar 60 ribu rumah dengan suku bunga tetap 7,25 persen dan jangka waktu maksimal 20 tahun. “Biar backlog perumahan ada tren penurunan, FLPP untuk rumah tapak akan dilanjutkan. Tapi memang akan diatur daerahnya karena ada kota-kota tertentu yang subsidinya diperuntukan khusus untuk Rusun,” tambahnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan