Backlog Perumahan Hanya Sekitar Tujuh Jutaan

Kamis, 11 Des 2014 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Kekurangan rumah atau backlog di Indonesia menurut berbagai kalangan mencapai jumlah 13,5-15 juta unit rumah. Artinya, masih ada belasan juta keluarga Indonesia yang belum memiliki rumah. Hanya saja, besaran angka backlog ini, menurut Sasmaya Tuhuleley, Head of Strategic and Performance Management Bank BTN, tidak persis seperti itu. Dengan menghitung orang yang menyewa rumah dan mereka yang menumpang di rumah orang tua, backlog perumahan hanya sekitar 7,2-7,8 juta.

Ilustrasi: Rumah Sederhana

Ilustrasi: Rumah Sederhana

“Jadi potensi hunian sewa itu besar sekali, tapi kita terlalu konsentrasi ke pemilikan rumah. Daya beli masyarakat kita itu rendah, kalau dipaksakan harus membeli kapan backlog bisa selesai? Pemerintah harusnya mengembangkan rumah sewa, nanti setelah lima tahun baru bisa beli,” ujarnya saat jadi pembicara diskusi interaktif mengenai pasar properti 2015 yang diadakan housing-estate.com di Jakarta, Selasa (9/12).

Tingkat pemilikan rumah di Indonesia mencapai 78 persen, di India dan Singapura lebih tinggi mencapai 86 dan 90 persen. Tapi di Amerika lebih kecil hanya 62 persen, bahkan di negara-negara Eropa angkanya lebih kecil lagi. Menyewa rumah untuk kalangan pekerja baru menjadi pilihan yang lebih mudah dan murah.

“Kalau pemerintah punya perencanaan dan mulai mengembangkan rumah sewa, dalam 20 tahun mungkin sudah tidak ada lagi backlog. Ini juga harus menjadi perhatian kalangan pengembang bahwa ada potensi untuk mengembangkan rumah sewa,” tegasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan