Bisnis Furnitur Custom Sangat Menjanjikan

Selasa, 16 Des 2014 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Pertumbuhan sektor properti yang tinggi membuat sektor bisnis yang terkait juga ikut terdorong, salah satunya adalah bisnis perabotan atau furnitur. Saat ini cukup banyak ditawarkan furnitur siap jadi untuk aneka kebutuhan di rumah mulai dari sofa untuk ruang tamu, meja makan, tempat tidur, lemari, kitche set, dan sebagainya.

Hanya saja dengan menggunakan barang jadi, kita harus menyesuaikan peruntukan dan penempatannya dengan kondisi di rumah sehingga tidak semuanya bisa pas. Menurut A. Beny Wijaya, Principal BW Architect yang menangani arsitektur, interior, maupun planning, bila kita menggunakan furnitur sesuai kebutuhan (custom) hasilnya bisa lebih maksimal.

Furniture Custom

Furniture Custom

“Apa lagi dengan model desain yang kian beragam dan hunian semakin kompak, furnitur custom bisa disesuaikan dengan selera desain kita dan pas dengan fungsi yang paling kita butuhkan. Pasar untuk furnitur custom ini juga sangat besar walaupun masih butuh edukasi. Dengan menggunakan furnitur custom juga konsumen mendapatkan fee desain gratis,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (16/12).

Umumnya, orang menganggap membeli furnitur custom harganya lebih mahal dibandingkan barang jadi yang banyak tersedia di toko maupun showroom. Apa lagi biasanya juga untuk memesan sesuatu yang custom dikenakan order minimal. Tapi yang sering kita tidak sadar, dengan membeli perabotan terpisah bila ditotal harganya kurang lebih sama saja bahkan bisa lebih mahal.

Beny memberikan contoh ketika ia membuatkan furnitur untuk unit apartemen dua kamar berukuran 40-an m2. Seluruh furniturnya mulai tempat tidur, lemari, hingga meja untuk dua kamar tidur, living room, hingga kitchen set dibuatkan furniturnya secara custom. “Total seluruhnya hanya Rp80 juta, kita dapat furnitur yang sesuai dengan selera dan sangat fungsional karena semuanya dirancang menyesuaikan dengan kebutuhan di ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Dengan besarnya potensi di bisnis furnitur custom, Beny tak ragu untuk berkonsentrasi penuh di bidang ini kendati latar belakangnya sebagai arsitek dan mengawali bisnis dengan menggarap beberapa proyek arsitektur rumah di Jakarta, Jember, Jawa Timur, hingga Kalimantan. Ia meyakini pada saatnya akan banyak kalangan masyarakat yang lebih memilih furnitur custom untuk mengisi rumahnya dibandingkan produk jadi yang ada di toko.

“Kuncinya di pelayanan dan kontinuitas kualitas produk kita selain membuat produk-produk yang memang paling dibutuhkan oleh konsumen, makanya saya nggak mau kompromi dengan bahan baku. Yang saya pakai harus yang bagus, misalnya kayu meranti, plywood, untuk finishing pakai HPL, dan sebagainya. Dari segi waktu juga bisa lebih cepat, waktu saya merancang apartemen 40 m2, waktunya sekitar satu bulan,” tandasnya. Untuk menggunakan jasa Beny, hitungannya berkisar Rp2,7 juta-Rp3 juta/m2 sementara untuk kitchen set Rp5 juta.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan