Inspirasi Merancang Ruko

Kamis, 25 Des 2014 | Penulis: Diyah

Pertimbangkan akses terpisah antara ruang hunian dan tempat usaha. Perhatikan juga keselarasan ruko dengan lingkungan.

Housing-Estate.com, Jakarta - Menjalankan usaha dari rumah atau menjadikan rumah sebagai tempat usaha kini semakin diminati orang. Namun, memanfaatkan bangunan ruko sebagai rumah dan toko belum tentu pilihan yang tepat. “Banyak ruko dibangun developer dengan desain seadanya seperti rumah burung. Itu juga dapat merusak keindahan lingkungan sekitarnya,” ujar arsitek Ari Endra Kristianto, pemilik konsultan Arsindo Cipta Karya.

tips membangun ruko

Arsitek Setiadi Soepandi juga mengamati, perkembangan ruko belakangan menjadi alat spekulasi properti yang ternyata memberikan beban berat bagi kota karena menambah keramaian. Luas lahan untuk parkir per unit ruko biasanya tidak lebih dari 5 x 7 m2, sehingga tidak bisa mengakomodasi lebih dari 1,5 kendaraan roda empat. Belum ditambah dampak menghilangnya jalur hijau kota, jalur pejalan kaki, dan kemacetan. Rancangan bangunan ruko pun miskin persyaratan keamanan dari kebakaran, kenyamanan dan kesehatan.

Menurut Ari, ruko yang terencana dengan baik dan terintegrasi dengan lingkungan akan sangat mendukung jika dijadikan tempat tinggal dan ruang usaha. Ruko harus dibangun memperhatikan kebutuhan minimal luasan ruang yang dibutuhkan penghuninya. Tentu saja, menggabungkan dua fungsi antara rumah dan tempat usaha (toko) dalam satu bangunan, memiliki konsekuensi tersendiri.

Toko sebagai tempat kita berhubungan langsung dengan konsumen adalah area publik yang harus terpisah dengan area privat sebagai tempat tinggal sehari-hari. Denah atau tata ruangnya harus terorganisasi dengan jelas untuk memastikan fungsi area privat dan publik itu tidak saling bercampur.

Akses terpisah

Pada umumnya ruko terdiri dari dua lantai atau lebih sehingga pembagiannya cukup mudah dilakukan. Lantai dasar sebagai area komersial atau tempat usaha, lantai bagian atas sebagai area hunian sang pemilik. Pembagian luasan juga sangat bergantung pada besar ruko dan kebutuhan ruang antara area komersial dan hunian.

Kita harus memperhatikan faktor privasi terhadap akses penghuni menuju rumah dan kenyamanan sirkulasi orang yang akan mengunjungi toko. Jika memungkinkan sebaiknya bagian hunian memiliki akses langsung yang terpisah dari toko. Bentuknya bisa berupa pintu samping tersendiri atau tangga ke atas yang tidak melewati area toko.,p> Fasad

Berbeda dengan rumah biasa, ruko kini perlu memiliki kesan yang menarik sebagai tempat usaha. Wajah ruko dapat dirancang mengikuti gaya arsitektur tertentu atau tema dari usaha yang dijalankan. Usahakan memakai material yang mampu meredam panas untuk fasad ruko agar bagian hunian terlindungi dan tetap nyaman. Bagian atap ruko jika terbuat dari dak beton dapat dijadikan taman rumput. Selain berfungsi penghijauan, juga bisa dimanfaatkan untuk tempat berkumpul keluarga atau olah raga ringan.

Parkir

Sebagai solusi terhadap parkir atau garasi kendaraan, kita dapat merancang tempat usaha dengan konsep mudah digeser (moveable). Misalnya, beberapa bagian mebel toko dapat dipindahkan sehingga ketika malam hari ruang bawah bisa berfungsi sebagai garasi mobil.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan