Tips Memilih dan Merawat Karpet

Minggu, 4 Jan 2015 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Housing-Estate.com, Jakarta - Bahan

Ada dua tipe karpet, karpet rajutan tangan (hand made) dan karpet buatan mesin (machine made). Karpet hand made biasanya terbuat dari bulu binatang atau tumbuhan seperti silk, wol, dan katun, sedangkan karpet machine made dari bahan sintetis seperti akrilik, nilon, dan polyester.

Al Qadir misalnya, lebih banyak menjual karpet hand made dan sedikit karpet sintetis. Ukurannya 4 x 6 sampai 17 x 20 m dengan ketebalan sulur 15–25 mm seharga mulai dari Rp10 juta sampai miliaran rupiah/lembar. Sebaliknya Aristocrat memasarkan karpet sintetis dari Belgia ditambah sedikit dari India, Hong Kong, dan Turki. Ukurannya 1 x 1,5 sampai 1,6 x 23 m dengan panjang sulur 2–6,5 cm seharga Rp900 ribuan sampai Rp5 jutaan/lembar. “Karpet wol ada juga tapi tidak banyak,” ujar Inge.

Memilih dan Merawat Karpet_tips 1 gmp

Menurut Saleem, karpet sintetis lebih panas dan warnanya tidak tahan lama. “Bila dilipat, warnanya cepat luntur dan jahitannya kadang suka lepas. Kalau sudah rusak tidak bisa diperbaiki,” katanya. Bila bahannya tidak bagus, penggunaan karpet juga bisa mengganggu kesehatan. Sebaliknya, warna, motif, dan tekstur karpet hand made lebih kaya dan eksklusif. Kalau robek atau bolong, karpet masih bisa diservis.

Pewarnanya juga dari tumbuh-tumbuhan sehingga lebih terang dan tahan lama. Karpet pun lebih adem dan aman secara kesehatan, tidak memicu asma atau alergi, karena dirajut dengan benang katun tanpa bahan kimia seperti lem. Murti mengatakan, karpet bulu-bulu memang bagus untuk aksen ruangan, tapi ia tidak menyarankan memilih karpet dari wol karena lebih banyak menyimpan debu. Penempatan karpet ini sebaiknya juga tidak pada semua ruang, cukup sebagai centre point dari suatu ruangan.

Kualitas

Di pasaran harga karpet hand made dari bahan alami jauh lebih mahal dibanding karpet sintetis. Yang paling mahal karpet dari bulu binatang. Kalau diraba bagian depan dan belakangnya, tekstur karpet ini lebih halus dan lembut dibanding karpet sintetis. Makin banyak, makin kecil, dan makin padat rajutannya, makin bagus kualitas karpet hand made. Begitu pula, makin jelas motif dan warnanya, kian baik mutunya.

tips memilih dan merawat karpet

Bahkan, kata Saleem, karpet buatan tangan berkualitas super tidak mudah menyimpan debu sehingga sangat mudah dibersihkan. Debu hanya menempel di permukaan, tidak sampai masuk ke dalam serat karpet. Karena itu tidak perlu dibersihkan dengan cara ditepuk-tepuk, cukup dijemur. Karpet hand made juga bisa ditarik benangnya satu persatu karena rajutannya dibuat dari ikatan-ikatan benang. Karpet jadi gampang diservis bila rusak, kendati pada sebagian produk benangnya lebih mudah lepas sehingga tidak cocok bagi yang alergi.

“Ada karpet hand made yang pembuatannya masih setengah dilem, jadi benangnya masih bisa lepas-lepas sedikit,” kata Inge. Sebaliknya, karpet sintetis satu motif menggunakan satu rol benang sehingga lebih kuat sulurnya dan sulit tercabut, kendati kalau lepas tidak bisa diperbaiki. “Kayak shaggy rug buatan mesin itu, walaupun panjang, benangnya tidak mudah rontok,” katanya.

Perawatan

Memilih karpet juga perlu memperhitungkan kemudahan perawatannya. Di sini penting memahami intensitas penggunaan karpet. Misalnya, karpet ruang tamu yang sering dinjak dan terkena tumpahan, sebaiknya dipilih dari jenis yang mudah dibersihkan dan divakum. “Misalnya, karpet dari bahan natural seperti cotton. Karpet yang terlalu banyak bulu-bulunya, sulit menyedot debunya. Akhirnya harus dicuci yang pasti lebih repot,” kata Murti.

Menurut Saleem, supaya tidak menampung debu, karpet hand made divakum seminggu sekali. Penyimpanan dalam keadaan tergulung, dibungkus plastik yang terbuka di sana-sini untuk aliran udara, diberi kamper putih, dan diletakkan di tempat kering. Sebelum divakum karpet bisa ditepuk-tepuk dulu agar debu di seratnya keluar dan terhisap vakum. “Kecuali karpet berkualitas super, tinggal dibersihkan,” ujarnya. Karpet yang biasa dipakai di ruang AC sebaiknya dijemur selama satu jam tiga bulan sekali. Jadi, karpet tidak lembab yang bisa memancing kutu. termasuk karpet berkualitas super, dijemur tiga bulan sekali selama 1,5 jam.

Terkena noda

Karpet hand made yang terkena noda sebaiknya dibawa ke toko tempat Anda membelinya untuk dibersihkan, jangan dilaundry. “Di toko kami karpet dicuci secara hand wash dengan cairan pembersih khusus yang tidak membuat rusak warna, bulu, dan benangnya. Kalau di-laundry awalnya memang bersih, tapi lama kelamaan karena menggunakan bahan kimia, benangnya akan hancur dan warnanya pudar atau belang-belang,” tuturnya.

Beberapa karpet dari wol dicuci dengan air, sebagian dengan mesin menggunakan cairan pembersih khusus itu. Setelah dicuci karpet disiram air dan disedot dengan vakum. Cara memvakumnya satu arah agar benangnya tidak rusak. Pembersihan boleh juga dengan disikat perlahan dengan sikat khusus yang lembut, tapi tidak boleh dengan sapu lidi karena juga akan merusak benangnya.

“Kebanyakan orang membersihkan karpet dengan cara disikat setelah disiram air. Ini sangat tidak boleh pada karpet hand made, karena jika salah tarik pada karpet dalam keadaan basah, ikatan benangnya akan melenceng dan berubah. Untuk amannya, serahkan pada ahlinya. Jangan sayang keluar Rp200 – 300 ribu untuk karpet seharga Rp10 juta,” kata Saleem.

Perawatan karpet sintetis lebih mudah, tinggal divakum seminggu sekali. “Bila kotor sekali bisa di-laundry. Yang di-dry clean umumnya karpet hand made dari benang wol,” kata Inge. Laundry bisa dilakukan setiap beberapa bulan atau setengah tahun sekali. Bila terkena noda, karpet bisa dibersihkan dengan air sabun atau detergen menggunakan spon atau dengan cara disemprot. “Jangan karpetnya yang diguyur air sabun. Kalau terlalu basah nanti malah lembab dan kurang bagus, pengeringannya juga susah,” lanjutnya.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan