Harga Rumah di Balikpapan Akan Naik 10 Persen

Kamis, 8 Jan 2015 | Penulis: Prasojo

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 Januari 2015 tidak mempengaruhi rencana pengembang menaikkan harga rumah. Pengembang di Balikpapan, Kalimantan Timur, justru ancang-ancang untuk menaikkan harga jual rumah. “Turunnya harga BBM tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan harga rumah, karena harga material juga tidak turun,” ujar Edy Djuwadi, Ketua Realestate Indonesia (REI) Balikpapan, Rabu (7/1).

Balikpapan Regency

Balikpapan Regency

Edy menuturkan, harga properti lebih ditentukan oleh pasokan dan bukan permintaan. Sehingga kemungkinan harga rumah mengalami kenaikan baik ada atau tidaknya kenaikan harga BBM. Selain itu jumlah populasi yang terus tumbuh juga meningkatkan permintaan. Sementara pasok rumah tidak dapat mengimbangi permintaan. Ketimpangan ini membuat harga rumah terus naik.

Ia menjelaskan kenaikan harga BBM relatif tidak memengaruhi harga properti secara langsung. Naiknya BBM akan memengaruhi biaya produksi namun tidak secara tiba-tiba, melainkan akan berdampak 3 bulan berikutnya. “Beberapa memang sudah ada yang menaikkan, namun sejauh ini belum mempengaruhi pasar,” katanya.

Kenaikan harga yang sudah terjadi, imbuhnya, tidak bisa diturunkan lagi. “Seperti halnya dengan kenaikan gaji, jika sudah ditetapkan UMK atau UMP lantaran kenaikan harga BBM lalu, kan enggak mungkin diturunkan?” jelasnya.

Kendati demikian, penjualan rumah di Balikpapan sejauh ini masih stabil dan bagus. Awal tahun ini berjalan normal seperti tahun lalu. Pasar tidak terlalu ramai, tapi juga tidak lesu. Kendati harga rumah tetap akan naik, ujar Edy, kenaikannya tidak sebesar kalau harga BBM tidak diturunkan. Bila sebelumnya bakal naik 20-30 persen, saat ini kenaikannya diprediksi sekitar 10 persen.

Sumber: Kaltim Pos Online

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan