Pilah Pilih Karpet Sesuai Ruang

Minggu, 11 Jan 2015 | Penulis: Ririh

Housing-Estate.com, Jakarta - Beda ruang beda pula kesannya. Pembedaan tidak harus dengan partisi masif. Dengan karpet pun cukup sehingga ruang tetap terkesan lapang. Untuk itu tinggal memilih karpet yang tepat. Bagaimana caranya? Berikut tipsnya yang disarikan dari wawancara dengan Sakundria Satya Murti Wardhana (desainer interior dari Wardhana Design), Inge Mulyadi (Marketing Manager Aristocrat Furniture and Carpet), dan Saleem Ahmad (pemilik Al Qadir Carpets), ketiganya di Jakarta.

pilih karpet

Ketahui jenis karpet

Ketahui dulu jenis-jenis karpet supaya kita bisa memilih karpet yang tepat untuk sebuah ruang. Berdasarkan negara asalnya kita mengenal karpet klasik dari Persia, Turki, India, Afghanistan, dan Pakistan, serta karpet modern, modern klasik, dan kontemporer dari beberapa negara Eropa, China, dan Hong Kong. Desain karpet Persia dan sejenisnya menekankan pada detail motif sulur dan tangkai, karpet modern lebih fokus pada sulur atau benangnya tanpa banyak ceplakceplok detail. Bentuk anyaman benangnya ada yang pendek-pendek (regular cap), ada juga yang panjang-panjang (shaggy rug). Karpet klasik biasanya dibuat dengan tangan (hand made) dari bahan natural seperti bulu binatang dan tumbuhan, karpet modern diproduksi dengan mesin (machine made) dari bahan sintetis.

Pahami tema ruang

Sebelum memilih karpet, pahami juga tema atau gaya ruang. Kalau tema ruangnya klasik, karpet Persia dan sejenisnya bisa digunakan. Bila tema klasik itu ada unsur modernnya, karpet klasik pattern yang tidak terlalu banyak detail dari Eropa bisa dipilih. Sebaliknya untuk tema ruang modern simpel, bisa dipakai karpet buatan mesin dengan warna-warna lembut bermotif kotak-kotak, garis-garis lurus, lengkung, atau polos. “Karpet juga harus ikut mengangkat desain rumah selain membuat suasana lebih cozy dan indah,” kata Inge. Untuk ruang yang luas, aplikasikan karpet yang besar juga untuk menegaskan fungsi ruang sekaligus membuatnya lebih intim.

Sesuaikan motif dan warna

Selaraskan pilihan motif dan warna karpet dengan warna ruang. Misalnya, tema rumahnya klasik dengan nuansa warna hijau. Kita bisa mengaplikasikan karpet yang warnanya hijau pula tapi dengan detail atau aksen warna merah. “Jadi, ada benang merah atau satu kesatuan tema pada ruang termasuk dengan sofa dan gordinnya tanpa terkesan monoton,” kata Murti. Bentuk motif bisa sesuai selera: bunga, binatang, kombinasi bunga dan binatang, kontemporer, kotak-kotak,polos, dan lain-lain. “Ada orang yang memilih karpet dengan motif yang tidak terlalu ramai, karena ruangnya sudah ramai dengan perabot dan aksesoris,” ujar Saleem.

Ruang Tamu

Karpet di ruang tamu untuk memenuhi fungsi estetika dan penegasan area

Karpet di ruang tamu untuk memenuhi fungsi estetika dan penegasan area

Pada ruang tamu hindari aplikasi karpet yang terlalu tebal. Pilih yang tipis saja namun tetap nyaman di kaki dan mudah dibersihkan seperti karpet dari bahan katun. “Karpet di ruang tamu itu lebih sebagai penegasan area selain fungsi estetika. Karena fungsi keindahan itu, untuk ruang tamu boleh saja memilih karpet yang dianggap paling indah dan lebih mahal,” kata Murti.

Ruang Keluarga

Ruang keluarga wajib dialasi karpet karena jadi tempat santai keluarga

Ruang keluarga wajib dialasi karpet karena jadi tempat santai keluarga

Menurut Inge, ruang keluarga adalah ruang di rumah yang wajib dialasi karpet karena menjadi tempat bersantai keluarga. Di ruang ini bisa digunakan karpet yang tebal dan lembut. “Misalnya, karpet buatan mesin jenis shaggy rug yang seperti anyaman tapi tidak mudah rontok bulunya,” katanya. Tapi, Murti berpendapat, sebaiknya tidak menggunakan karpet bulu-bulu bila ada anggota keluarga yang alergi debu, tungau, atau kutu. Kalau tetap menginginkan karpet bulu-bulu, sebaiknya tidak dari bahan wol karena mudah disusupi debu. Sementara Saleem menyatakan, karpet hand made dari bahan alami tidak menyebabkan asma atau alergi. “Kalau ada yang bilang bikin alergi, sebenarnya bukan karena karpetnya tapi karena kutu dan debu yang masuk ke dalam serat karpet,” jelasnya. Jadi, rajin-rajin saja membersihkannya.

Kamar Utama

Di kamar utama fungsi karpet lebih sebagai aksen atau sekedar memenuhi unsur dekoratif. Jadi, pilihan karpet cukup yang simple dengan ukuran secukupnya. Kalaupun intensitas penggunaan karpet di kamar tidur cukup tinggi, penempatannya di depan tempat tidur supaya saat bangun tidur atau turun dari kasur kaki tidak langsung menyentuh lantai yang dingin. Karpet Persia atau Turki yang nyaman dan berkesan hangat bisa digunakan di sini.

Kamar Anak

Utamakan bahan karpet yang aman di kamar anak

Utamakan bahan karpet yang aman di kamar anak

Di kamar anak yang masih suka bermain sebaiknya aplikasikan karpet sintetis yang tidak terlalu tebal, tidak menyimpan debu, tidak mudah rontok bulunya, dan mudah dibersihkan. Tema (motif, warna, bentuk) karpet disesuaikan dengan kesukaan anakanak seperti kartun, flora, fauna, sport, mobil, dan sejenisnya. Boleh juga karpet hand made yang tidak gampang rontok bulunya. “Intinya yang aman buat anak baik bahan maupun kualitasnya. Jadi, anak leluasa bermain di atas karpet,” ujar Inge.

Lain-Lain

Di ruang manapun pastikan Anda memilih karpet yang tidak slip atau bergerak bila diinjak, yaitu karpet yang menggunakan lapisan di bagian bawahnya. Dengan demikian keberadaan karpet tidak membahayakan penghuni rumah, terutama anak-anak yang aktif bergerak. Selain itu jangan mengaplikasikan karpet di ruangan yang lembab, karena karpet akan ikut lembab dan memicu jamur serta bakteri.

 

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan