Rumah Murah Tetap Menguntungkan

Selasa, 20 Jan 2015 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Untuk mendorong pembangunan rumah murah atau hunian sederhana pemerintah dari waktu ke waktu melakukan evaluasi dan peninjauan harga. Ini dimaksudkan agar kalangan pengembang tertarik membangun hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini. Pemerintah juga membebaskan kewajiban membayar PPN dan memberikan subsidi bunga melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Harga rumah bersubsidi dipatok berkisar Rp105 juta-Rp165 juta/unit tergantung wilayahnya.

Kendati demikian masih banyak pengembang yang kurang tertarik untuk mengembangkan rumah murah ini karena dianggap margin keuntungannya kecil. Padahal, menurut mantan Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Oka Murod, rumah murah pun bisa dikembangkan cukup bagus dan tetap menghasilkan profit.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Selama ini ada kurang pemahaman khususnya untuk pengembang di daerah. Padahal dengan pola-pola marketing yang baik rumah murah ini juga bisa bagus, murah tapi tidak murahan. Kami sudah buktikan di wilayah Sumsel khususnya di Palembang,” ujarnya kepada housing-estate.com, Selasa (20/1).

Untuk itu, Murod ingin semua pihak khususnya para pengembang bisa mengubah mindset rumah bersubsidi sebagai rumah murah yang murahan sehingga pengembangannya alakadarnya. Pengembang juga jangan ragu untuk membuat rumah contoh lengkap dengan perabotannya (fully furnished) sehingga konsumen juga mendapatkan gambaran untuk mengatur layout interior rumahnya.

Selama ini karena dianggap rumah murah, pengembang malas membuat rumah contoh karena dianggap menambah instrumen biaya. Murod menerapkan langkah berbeda di proyeknya di Palembang. Ia membuat rumah contoh hingga fasilitas taman dan pola-pola marketing sebagaimana memasarkan rumah komersial.

“Kita mengharapkan bantuan pemerintah untuk program ini seperti bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), untuk sanitasi maupun peningkatan lingkungan. Bantuan ini kan untuk konsumen, bukan untuk pengembang, kita nggak ada untungnya dari situ, ini supaya teman-teman pengembang bersemangat dengan program ini,” imbuhnya.

Selain itu Murod juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyediaan bibit pohon yang bisa ditanam di perumahan. Program penerangan jalan di pemerintah juga ada anggarannya. “Ini semua ada dananya, tinggal mau nggak pengembangnya kerja sama. Kalau lingkungan bagus, hijau, terawat, yang untung pengembang juga,” tandasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan