Shinta W Dhanuwardoyo Sama-sama Menantang

Minggu, 8 Feb 2015 | Penulis: Amalia

Housing-Estate.com, Jakarta - Apa persamaan merancang rumah dengan mendesain website? Bagi digitalpreneur Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, dua hal itu sama-sama menarik dan menantang. Sebelum sukses dengan Bubu.com, sebuah digital agency yang diluncurkannya 17 tahun lalu, perempuan kelahiran Jakarta, 18 Januari 1970, ini sempat mengenyam pendidikan arsitektur di University of Oregon, Eugene, Amerika Serikat (AS). Namun, hasratnya menjadi seorang wirausaha lebih tinggi ketimbang menjadi arsitek.

Shinta W Dhanuwardoyo

“Sebenarnya sama saja, tak ada beda antara menjadi arsitek dan pengusaha di bidang digital. Kedua profesi itu sama-sama ngajarin bagaimana berpikir akurat. Misalnya, arsitek dituntut bisa memosisikan ruang tamu dan ruang makan dengan tepat. Sedangkan digitalpreneur harus mampu memikirkan penempatan atau desain halaman pertama dan seterusnya secara ideal,” kata Shinta kepada HousingEstate, usai berbicara dalam sebuah talkshow mengenai tren desain arsitektur dan interior di Jakarta akhir Juli.

Tapi, ia mengakui, ilmu arsitektur membantunya makin kreatif dalam bidang yang sekarang ditekuninya. Perempuan yang menyelesaikan studi arsitektur tahun 1995 sebelum melanjutkan kuliah pasca sarjana dalam bidang administrasi bisnis di Portland State University, AS, ini juga sempat menerapkan ilmu arsitektur itu dengan merancang rumah seorang teman dan rumahnya sendiri di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan. Shinta yang juga menyebut dirinya technopreneur dan pecinta batik ini merancang interior rumah di atas kaveling 500 m2 ini bergaya semi klasik.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan