Ren Katili Agar Orang Berpaling Dari Kayu

Sabtu, 21 Mar 2015 | Penulis: Ririh

Housing-Estate.com, Jakarta - Ibarat kaki nempel sandal atau kancing dengan baju, begitulah kebiasaan orang Indonesia membangun rumah dengan kayu. Kalau tidak pakai kayu, serasa rumah masih ada yang kurang. Menurut Ren Katili, arsitek dari Navia Dekalima Consultant (Jakarta), itu terjadi karena pengaruh Indonesia sebagai negara tropis yang membuat elemen kayu sangat dibutuhkan. “Juga pengaruh tradisi atau kebudayaan dan pengalaman masa kecil. Ketika dewasa mereka ingin juga mengalami hal serupa,” kata pria kelahiran 12 Juli 1973 ini.

Ren Katili

Padahal, kebutuhan terhadap kayu yang tinggi tidak diimbangi perluasan hutan. Malah makin hari hutan Indonesia makin habis. Jadi, mau tak mau orang harus beralih ke bahan bangunan non kayu. Masalahnya tidak mudah mengubah budaya. “Orang tahu hutan kita makin sedikit. Tapi, ya sudah sekedar tahu saja,” katanya. Cara paling jitu agar orang tak fanatik lagi pakai kayu, lanjut arsitek dengan akun @ArsitektropiS di Twitter ini, dengan memberinya perbandingan biaya. “Kasih tahu kalau pakai kayu rawan rayap lo, biaya maintenance-nya lebih mahal, harus disemprot lagi. Akhirnya mereka mau, karena urusannya kantong,” jelas dosen arsitektur di Universitas Bina Nusantara (Jakarta) ini. Cara lain dengan mengakali desain rumahnya, misalnya dengan menawarkan desain minimalis tropis. Gayanya minimalis, tapi karena di lingkungan tropis, elemen menyerupai kayu tetap dimasukkan. Misalnya, memakai panel aluminium dengan warna seperti kayu.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan