Johannes Frederik Waroun Butuh Kelompok Kreatif

Sabtu, 2 Mei 2015 | Penulis: Amalia

Housing-Estate.com, Jakarta - Bagi sosiolog perkotaan asal Universitas Indonesia, Johannes Frederik Warouw, sangat penting kehadiran para penggerak yang mengajak masyarakat memelihara cagar budaya. Karena itu ia senang dan mendukung kegiatan membersihkan Stasiun Jakarta Kota yang digagas Cif, produk pembersih serba guna keluaran Unilever. Pria kelahiran Tombolu, Minahasa, Sulawesi Utara, 29 Agustus 1944, ini menyebut para penggagas dan pelaku kegiatan semacam itu sebagai kelompok kreatif. “Harus ada kelompok kreatif yang menularkan semangat budaya hidup bersih, selain kelompok kritis dan pengontrol,” katanya.

Johannes Frederik waroun

Ia pun bercerita, stasiun yang berdiri tahun 1929 dan dulu bernama Beos (kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij) itu pernah memiliki lingkungan yang bersih dan tertata baik. “Orang-orang berjalan kaki di sekitarnya menggunakan payung dengan pakaian khas Eropa. Saat itu orang pribumi dilarang masuk,” tuturnya kepada HousingEstate usai jumpa pers Cif Cleaning Project di Stasiun Jakarta Kota, 8 Oktober 2013. Pada masa kemerdekaan, kebersihan stasiun itu tidak terjaga lagi hanya karena anggapan peninggalan kolonial harus dihancurkan. “Kebijakan Belanda yang memaksa orang hidup bersih itu bisa diterapkan lagi sekarang. Itulah pentingnya kelompok kreatif dan kritis itu, yang bersinergi dengan pemerintah dan swasta dalam sebuah gerakan kolektif,” kata pria bercucu satu yang tinggal di Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan