Stevanus J Manahampi Standar Gaji Arsitek

Minggu, 10 Mei 2015 | Penulis: Diyah

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta 2012-2015 Steve J Manahampi (38) menyayangkan arsitek di Indonesia belum punya standar gaji karena belum adanya Undang-undang (UU) Arsitek. Padahal potensi arsitek kita berjaya di pasar internasional tinggi. Buktinya, banyak arsitek Indonesia yang menjadi pimpinan (principal architect) di biro-biro arsitek terkenal di Singapura. Berbeda dengan di luar negeri, UU-nya bisa mengatur, arsitek yang belum mengantongi sertifikasi semacam SKA (Sertifikasi Keahlian Arsitek) hanya digaji sekelas desainer biasa. Sedangkan yang bersertifikat bergaji lebih tinggi.

Stevanus J Manahampi

“Di sini yang ber-SKA atau tidak gajinya bisa sama. Akhirnya banyak arsitek banting-bantingan harga (fee) untuk menarik klien, yang berimbas pada gaji karyawannya,” kata pria berpostur tinggi ini usai konferensi pers IAI DesignWeek 2.2 di Jakarta, awal Oktober. Steve yakin kalau sudah ada UU Arsitek, praktik-praktik seperti itu akan jauh berkurang. Kendati demikian, alumni ITB ini mengakui, banyak juga perusahaan arsitek di Indonesia yang sudah bisa menggaji arsiteknya dengan baik, setara gaji arsitek yang bekerja di Singapura. “Gaji di luar negeri (secara nominal) memang besar, tapi biaya hidup di sana juga tinggi,” ujar arsitek yang berkantor di Urbane (Bandung) dan mahir fotografi ini.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan
  • Syafa

    Saya seorang arsitek muda,sudah bekerja di kontraktor sejak kuliah namun tidak ada harganya
    Gaji seorang arsitek di surabaya bahkan setara dengan maaf (buruh pabrik),entah perusahaan sebesar w_ _ _ _ _ _ n maupun yg sekelas cv atau rumahan
    Sehingga banyak teman yg memilih menjadi freelance maupun beralih ke bidang lain.
    Semoga nantinya ada UU untuk arsitek