Green Building Akan Jadi Tren 2015

Senin, 11 Mei 2015 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Tuntutan untuk mengembangkan bangunan berwawasan lingkungan (green building) bukan hanya mengikuti tren tapi suatu kebutuhan untuk menjaga lingkungan yang lebih lestari. Kalangan arsitek diprediksi juga semakin tertarik merancang gedung-gedung yang lebih sustainable.

The Plaza Jakarta

The Plaza Jakarta

“Tuntutan terhadap konsep arsitektur dan interior dengan standarisasi ramah lingkungan meliputi bahan yang dapat digunakan kembali, bahan ramah lingkungan, juga penyediaaan dan distribusi pembangunan yang hemat energy bakal semakin mengemuka,” ujar Monica, Direktur dan Interior Designer PT Mega Interindo di Jakarta, Senin (11/5).

Lamudi Indonesia, lembaga yang ikut memberi perhatian tentang konsep green building, mengidentifikasi ada tiga tren utama green building yang akan diterapkan pada bangunan di tahun 2015. Ketiga hal tersebut adalah teknologi hijau, bahan alami, dan konstruksi bangunan berkelanjutan.

Teknologi hijau mencakup desain konstruksi pintar yang memungkinkan dilakukannya penghematan energi dan mencegah emisi gas rumah kaca. Salah satu penerapannya desain ventilasi silang untuk mendapatkan cahaya dan udara maksimal dari luar. Desain seperti ini mulai banyak diterapkan pada bangunan rumah dan highrise building. Selain itu penggunaan elemen atap yang dapat mmeredam suhu juga mulai banyak digunakan.

Bahan alami yang banyak digunakan antara lain digunakannya bahan bangunan yang aman bagi lingkungan. Misalnya penggunaan cat berbahan organik untuk mengeliminasi polusi maupun kontamiasi udara sehingga aplikator maupun pengguna bangunan tetap aman. Hingga saat ini masih cukup banyak bahan bangunan yang menggunakan bahan-bahan mengandung timbal maupun zat lain yang berbahaya bagi penggunanya.

Pada konstruksi green building juga tidak membawa pengaruh buruk terhadap lingkungan dan adanya kepastian standar keamanan bagi penghuni. Steven Ghoos, Managing Director Lamudi Indonesia mengatakan, kecenderungan penerapan green building akan memicu ekosistem baru dalam bisnis properti maupun konstruksi ke depan.

“Dengan mulai masifnya penerapan green building ini akan berpengaruh pada pihak-pihak terkait, mulai arsitek, pemasok bahan bangunan, perusahaan konstruksi, dan lainnya sehingga semua pihak juga harus mulai menyesuaikan pendekatan baru dalam bisnisnya,” tandasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan