Properti Australia Berebut Konsumen di Indonesia

Selasa, 12 Mei 2015 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Kondisi  pasar properti yang sedang lemah tidak menyurutkan pengembang properti di luar negeri memasarkan dagangannya di Indonesia. Crown Group, pengembang sejumlah proyek properti di Australia kembali memasarkan proyeknya yang terbaru untuk konsumen di Indonesia. Crown berulang kali menjadikan Indonesia sebagai pasar dari properti yang dikembangkannya. Kali ini yang dipasarkan Crown Ashfield di Liverpool Road, sekitar 9 – 10 km dari pusat kota Sydney dan Bandara.

apartemen Crown Ashfield

Apartemen Crown Ashfield

Menurut Michael Ginarto, Head of Crown Asia, Crown Ashfield akan dipasarkan serentak di empat kota besar, yaitu Sydney, Singapura, Jakarta, dan Surabaya pada tanggal 23 Mei 2015. “Unit yang kami tawarkan untuk proyek ini sangat terbatas, hanya sekitar 80-an unit, untuk pasar Indonesia jatahnya hanya sekitar 15 unit, jadi proyek ini sangat limited dan spesial,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (12/5).

Ashfield adalah kota di pinggiran Sydney yang cukup berkembang dan prospektif. Menurut statistik, pertumbuhan harga properti di kota ini dalam lima tahun terakhir mencapai 12 persen per tahun. Tahun lalu pertumbuhannya mencapai 20,5 persen.

“Harga rata-rata rumah di Ashfield sudah mencapai 1,2 juta dollar Australia. Proyek ini dijual mulai harga 600 ribu – 1 juta dollar Australia, kategorinya luxury tapi rata-rata masih separuh harga apartemen di Sydney,” imbuhnya.

Sebanyak 51 persen populasi di Ashfield merupakan kalangan muda produktif. Ini membuat kawasan Ashfield lebih prospektif. Pemerintah Australia juga akan menanamkan investasi hingga 60 juta dollar untuk pelebaran jalan dan pembangunan infrastruktur lain.

Di Australia pemerintah sangat melindungi kepentingan konsumen. Konsumen cukup membayar 10 persen dari harga, kemudian 10 persen lagi menjelang serah terima unit, sisanya bisa menggunakan kredit perbankan dengan jangka waktu hingga 30 tahun.

Michael mengatakan, harga sewa atau yield yang bisa didapat pemilik  sekitar 4 persen. “Kebutuhan hunian di sini sangat tinggi, selama 10 tahun terakhir tingkat hunian hotel di Ashfield mencapai 96 persen. Makanya Australia menjadi favorit untuk investasi properti selain menjadi tujuan pendidikan,” katanya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan