Refreshing : Konsep Biaya Manfaat

Rabu, 13 Mei 2015 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Sampai di sini sudah hampir empat puluh bahasan yang dihadirkan buku ini untuk para Pembaca.. Pada setiap bahasan disajikan konsep atau teori ekonomi yang sebenarnya pernah Anda pelajari di kelas waktu kuliah dulu. Kalau dari Anda banyak yang merasa seolah baru kali itu berkenalan dengan topik yang diketengahkan, itu karena begitu banyaknya hal yang Anda pelajari di kelas waktu itu sehingga tidak semua konsep berhasil diingat, ditambah lagi cara penyajian konsep-konsep ilmu ekonomi yang kebanyakan penuh dengan angka, rumus dan grafik, sehingga konsep tersebut tidak merasuk mendalam. Padahal konsep-konsep ekonomi tadi setiap saat berguna membantu dalam membuat keputusan sehari-hari dengan lebih baik.

Mari kita me-refresh kembali pemahaman kita beberapa konsep ekonomi sederhana. Kita mulai konsep biaya manfaat (cost benefit) adalah konsep ekonomi yang saya yakin Anda semua pernah mempelajari. Ini adalah induk dari teori ekonomi. Seseorang akan melakukan sesuatu jika dan hanya jika manfaat yang diperoleh melebihi biayanya. Sederhana dan mudah dicerna. Sekarang mari kita uji pemahamannya.Anda berencana membeli flashdisk. Harga flashdisk tersebut di toko dekat rumah Anda di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan Rp200.000. Teman Anda memberitahukan harga flashdisk seperti itu (sama persis) di Blok M hanya Rp100.000. Artinya, flashdisk di Blok M lebih murah 50 % daripada di Bintaro Jaya.

Lalu dimana sebaiknya kita beli flashdisk, di Blok M atau Bintaro Jaya? Jangan dilanjutkan dulu, coba Anda cermati baik-baik dan jawab. Dugaan saya Anda menjawab di Blok M. Sekarang bagaimana jika yang harus Anda beli adalah laptop seharga Rp10 juta di Bintaro Jaya, sementara di Blok M laptop seperti itu (sama persis) seharga Rp9,9 juta yang berarti lebih murah Rp100.000. Kembali saya tanyakan kepada Anda, dimana sebaiknya membeli laptop, di Blok M atau Bintaro Jaya?

Sekali lagi, coba Anda cermati dan jawab.

Kali ini, saya duga jawaban Anda adalah di Bintaro Jaya, karena di Blok M harga laptop hanya lebih murah 1 %. Bagi Anda ini kecil sekali, maka Anda memilih membeli di Bintaro Jaya saja.

Mari kita diskusikan. Saya setuju, tidak ada jawaban yang mutlak benar dalam hal ini. Karena setiap dari kita punya pertimbangan masing-masing. Jika teori ekonomi yang kita gunakan sebagai landasan pikir, maka aplikasi teori biaya manfaat (cost benefit) akan mengoreksi jawaban Anda.

Jawaban yang benar, Anda beli laptop di Blok M. Menurut analisa biaya manfaat, jika kita putuskan membeli flashdisk di Blok M karena lebih murah Rp100.000, sementara tambahan biaya ke sana tidak sampai Rp100.000, maka pilihan yang benar untuk membeli laptop adalah juga di Blok M. Kenapa? Karena dalam dua contoh soal di atas, besarnya manfaat sama, yaitu Rp100.000. Oleh karena itu sebenarnya tidak ada beda, apakah l laptop atau flashdisk, diskon harga yang kita peroleh sama jumlahnya, yaitu Rp100.000. Silahkan direnungkan.

Dimana letak salahnya? Anda terkecoh dengan persentase, untuk kasus flashdisk perbedaan harga 50%, sementara untuk laptop hanya 1%. Sehingga seolah untuk flashdisk menguntungkan, sementara untuk laptop tidak. Makanya untuk flashdisk Anda memilih Blok M, sementara untuk laptop Anda pilih Bintaro Jaya. Padahal sekali lagi, diskon harga yang Anda peroleh adalah sama Rp100.000. Jadi kalau untuk flasdisk Anda pilih Blok M, maka untuk laptop pun demikian, Blok M.

Banyak hal dalam hari-hari kita yang melibatkan keputusan biaya manfaat. Banyak sekali dan beragam. Semoga salah satu contoh yang ditampilkan tadi, menjadi pengingat kembali bagaimana konsep ekonomi dalam tatanan aplikasi. Semoga bermanfaat. Salam. Heru Narwanto

Sumber bacaan:

Robert H. Frank, 2008, The Economic Naturalist, Virgins Books Ltd.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan