Mau Beli Properti, Plototi Dulu Kredibilitas Pengembangnya

Jumat, 12 Jun 2015 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Besarnya permintaan terhadap produk-produk properti, seperti rumah, ruko, apartemen, mengundang berbagai kalangan terjun menjadi developer. Keuntungan yang sangat menjanjikan menjadi daya tarik sebagai pengembang. Karena itu cukup banyak muka-muka baru yang bermain di sektor ini. Proyek yang dikembangkan beragam mulai mini realestat, perumahan menengah, hingga apartemen.

Hari Raharta Sudrajat

Hari Raharta Sudrajat

Sekretaris Jenderal DPP Realestat Indonesia (REI) Hari Raharta mengatakan, saat ini berprofesi sebagai pengembang tidak mudah. Selain butuh dukungan pembiayaan, konsumen juga kian cerdas. Karena itu pengembang dituntut lebih profesional, menjaga kualitas, serta bertanggung jawab terhadap profesi dan konsumen.

“Sekarang menjadi developer tidak mudah, kalau tidak ada dukungan dana, informasi, dan pengalaman, berat. Nggak bisa coba-coba, karena dinilai menjanjikan kemudian banting setir dari profesi sebelumnya kemudian menjadi developer,” ujar Hari kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (12/6).

Karena itu konsumen harus lebih cerdas dan selektif dalam memilih produk. Kredibilitas dan track record pengembang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli. Ini terutama untuk apartemen, sebab proyek highrise lumayan rumit dan butuh perhitungan matang. Menurut Hari, pelaksanaan pembangunannya tidak sulit karena pengembang pasti punya tenaga teknik handal dan dibantu sejumlah konsultan, seperti konsultan pondasi, interior, mechanical electrical, dan lain-lain.

Paling sulit memetakan pasar karena terkait dengan konsep yang ditawarkan dan harga (segmen). Kalau salah di depan pasti akan gagal. Hari mengatakan, kalau semua berjalan lancar ditandai dengan selesainya pembangunan apartemen, pengembang tidak bisa angkat kaki begitu saja. Butuh waktu 2 – 3 tahun untuk proses penyelesaian strata title. Ditambah pembangunan selama dua tahun pengembang harus bertanggung jawab selama lima tahun kepada konsumen sampai semuanya beres.

“Bisnis properti itu lumayan rumit dan padat modal. Kita harus memulai dengan mengurus tanah, membangun, dan memasarkan. Saya jamin kalau pengembangnya asal-asalan nggak bakalan bisa.,” tandasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan