Romantisme di Balik Nama Ronov Indonesia

Selasa, 4 Agu 2015 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Uangkapan apalah arti sebuah nama tampaknya mulai ditinggalkan orang. Banyak pasangan orang tua menggabungkan potongan namanya untuk diselipkan pada nama anaknya. Ini adalah bentuk ungkapan cinta kasih pasangan suami istri yang diwujudkan pada nama buah hatinya. Romantisme ini ternyata juga terjadi pada perusahaan pengembang. PT Ronov Indonesia, pengembang proyek superblok Intermark Serpong, Tangerang Selatan, Banten, bersama Jawa Pos Group, adalah salah satu contoh.

Novi Imelly

Novi Imelly

Ronov adalah cuplikan dari Ronaldo Maukar selaku Presiden Direktur perusahaan itu dengan istrinya Novi Imelly. “Jadi Ronov itu inisial dari nama saya dan suami, kami buat tahun 2007 sebagai perusahaan konsultan development dan marketing, tahun 2010 lebih serius dengan menjadi developer,” ujar Novi kepada housing-estate.com di Jakarta (4/8).

Novi menyebut perusahaannya ini seperti bayi yang butuh dirawat sepenuh hati. Ini salah satu alasan ia meninggalkan kursi direktur utama PT Cowell Development Tbk. Properti sudah mendarah daging dan menjadi bagian hidup Novi selama 20 tahun terakhir. Ia membangun karir di industry properti dengan menjadi professional pada  beberapa pengembang raksasa, seperti Ciputra Group, Lippo Karawaci, Modernland, dan terakhir Cowel. Faktor lain Novi keluar dari pengembang tempatnya bekerja adalah keinginannya untuk membangun rumah murah bagi kalangan pekerja.

“Saya membuat Graha Kirana Development yang merupakan proyek idealisme saya. Yang pertama saya bangun Kirana Residence di Serpong kemudian Kirana Garden di Medan. Ini untuk orang yang baru pertama kali punya rumah. Di Serpong awalnya untuk karyawan saya sendiri, dengan uang muka 10 persen bisa dicicil 10-20 tahun, jadi mereka bisa bekerja dan tinggal di kawasan Serpong,” jelasnya.

Sementara di Medan adalah proyek rumah bersubsidi yang dapat dibeli dengan KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) Dari enam klaster yang akan dibangun, dua klaster dikembangkan sebagai rumah murah seharga Rp117 juta. Ia menyebut Kirana Garden Medan sebagai proyek idealisme. “Saya ingin menjadi berkah untuk banyak orang. Sesuai bidang yang saya geluti, bagaimana menciptakan karya atau aktifitas yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tandasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan