Trihatma: Konsep Lebih Penting Dari Lokasi

Rabu, 7 Okt 2015 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Trihatma Kusuma Haliman, Chairman Agung Podomoro Group, menyatakan bisnis properti sangat menguntungkan namun sangat kompleks dibandingkan industri lainnya. Dalam bisnis properti, lokasi dan konsep ibarat dua mata uang yang tidak bisa saling dipisahkan. “Tapi situasi saat ini dengan pembangunan infrastruktur yang relatif masif di mana-mana, konsep menjadi lebih penting karena lokasi kurang bagus tapi dengan konsep yang baik sebuah proyek bisa berhasil juga. Sementara lokasi sudah bagus tapi konsepnya salah itu malah bisa gagal,” ujarnya dalam perbincangan dengan media beberapa waktu lalu.

Trihatma Kusuma Haliman

Trihatma Kusuma Haliman

Menurut Trihatma, setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda yang bisa jadi sangat berlawanan. Ia mencontohkan kawasan Jakarta Utara yang sangat berbeda dengan Jakarta Selatan. Di utara konsumennya tidak terlalu peduli dengan arsitektur, sementara selatan sangat memperdulikan arsitektur. Karakteristik konsumen di dua wilayah ini juga berbeda jauh.

Masalah seperti ini harus dipahami secara mendalam oleh pengembang sehingga bisa menawarkan konsep tepat pada proyek yang dikembangkan. Kelihatannya ini soal sangat sederhana tapi tidak mudah. Itu belum termasuk menentukan harga dna fasilitas. “Makanya saya bilang konsep itu sangat penting, setiap kota memiliki demografi maupun local wisdom sendiri. Jadi, konsep harus benar. Saya kalau mau mengembangkan proyek lebih baik lama di perencanaan konsep tapi matang,” jelasnya.

Trihatma menceritakan pengalamannya dulu saat membangun rumah di Simpruk. Ia membangun rumah menengah atas karena ada potensi yang cukup besar untuk dijadikan hunian orang asing. Prediksinya benar, rumahnya diminati orang asing. Hanya dalam tiga tahun disewa ekspatriat modalnya sudah kembali. Membangun lagi balik modalnya lebih lama, lima tahun. “Belakangan nggak bisa lagi karena lahannya semakin mahal. Kalau dipaksakan bangun seperti ini balik modalnya mungkin bisa 30 tahun,” terangnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan