Mal Bukan Bisnis Menguntungkan

Selasa, 20 Okt 2015 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Dalam mengembangkan sebuah proyek properti, pengembang hampir pasti melengkapinya dengan aneka faisilitas pendukung untuk penghuninya. Semakin besar kawasan yang dikembangkan akan semakin banyak pula fasilitas yang dibangun untuk mendukung lifestyle penghuni di kawasan tersebut.

Apartemen Kota Kasablanka

Mall Kota Kasablanka

Namun menurut Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Stefanus Ridwan, tidak  semua fasilitas yang dibangun tersebut menguntungkan untuk pengembang. Bahkan beberapa diantaranya merugikan tapi tetap harus dibangun. “Salah satu yang merugikan buat pengembang itu pusat belanja. Siapa bilang kalau kita bangun mal itu untung, yang ada rugi dan kita harus subsidi,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (20/10).

Kendati rugi, mal atau pusat belanja tetap harus diadakan khususnya untuk proyek dengan kategori mixed used development. Stefanus menyebut mal harus ada agar apartemen maupun perkantoran di proyek mixed used development tersebut ada yang mau beli. Di sisi lain mal juga harus dikonsep dengan sangat baik dan berkesan ‘wah’ untuk menarik pengunjung.

“Untuk membuat mal bagus itu biaya yang kita keluarkan akan lebih besar lagi. Kita juga harus ekstra hati-hati luncurkan produk khususnya perkantoran karena suplai yang akan masuk banyak sementara kebutuhan rendah soalnya ekonomi belum bagus. Ini lihatnya harus jeli, kapan timing yang tepat buat mulai bangun, kalau nggak seperti itu barang kita bisa nggak laku,” imbuhnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan