Tips Merancang Taman, Di Depan, Tengah, dan Belakang

Sabtu, 23 Jan 2016 | Penulis: Amalia, Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Masih banyak orang yang membuat taman ala kadarnya, bahkan hanya dianggap sebagai ruang sisa. Taman dibuat setelah keperluan ruang yang lain ada, bukan prioritas. Padahal taman berfungsi penting menyerap polutan di rumah, menyuplai oksigen, sampai penghias dan “pelunak” bangunan (fungsi estetis). Umumnya orang malas membuat taman di rumah dengan baik karena masalah perawatannya. “Kita senang bikin taman tapi malas memeliharanya. Tapi itu bukan alasan untuk tidak menyediakan taman. Kita bisa bikin taman yang praktis, mudah dirawat, dan tidak mudah berubah bentuk,” kata Hari Harjanto, pemilik Wongtani Landscape & Nursery, kontraktor taman di bilangan Depok, Jawa Barat. Akan lebih baik bila rumah memiliki taman mulai dari depan, dalam, sampai belakang. Dengan begitu sirkulasi udara di rumah lebih segar dan suhu ruang lebih adem. Misalnya, rumah yang dibeli dari developer yang berbentuk deret hampir pasti menyediakan lahan sisa di depan dan belakang. Kita bisa memaksimalkan lahan itu sebagai taman. Idealnya 30–40 persen lahan di rumah untuk taman. Contoh-contoh taman bisa dicontek dari majalah-majalah atau situs internet. Berikut panduannya.

Taman Depan

Taman Depan

Taman Depan

Menurut Fathul Maki, Manager PT Istana Alam, sebuah nursery di Sawangan, Depok, taman depan memiliki fungsi menghalangi angin dan menyaring debu atau polutan lain. “Taman depan umumnya dekat atau menempel dengan jalanan, jadi fungsinya seperti penyaring untuk rumah,” katanya.

Taman depan juga berfungsi sebagai welcome area untuk menyambut orang sebelum masuk ke dalam rumah. Jadi, tak ada salahnya kita buat dengan bentuk-bentuk yang unik, berupa permainan warna, atau yang lain. “Ada bentuk eye catching, bentukan yang ketika orang masuk langsung tertarik untuk melirik, misalnya pancuran,” jelas Hari.

Jenis tanamannya bisa menggunakan palem-paleman, pohon tanjung, pohon saputangan, atau ketapang kencana. Untuk yang medium bisa ditanam tabebuia, aglonema, jenis pilo-piloan, dracaena, tricolor, dan sejenisnya. Jenis perdu bisa dipilih yang pertumbuhannya tidak terlalu cepat seperti carembosa, philodendron, beberapa jenis costus, pacing-pacingan, dan lain-lain.

Perhatikan bila ingin menanam cemara, karena beberapa jenis cemara hanya cocok di dataran tinggi dan butuh cahaya penuh. Tanaman ini bisa dipadu dengan tanaman yang kebutuhan cahayanya minim seperti sensevieria atau jenis-jenis kalatea (perdu). Untuk lapisan paling dasar tentu rumput jangan terlewat. Yang paling mudah perawatannya rumput gajah mini. Rumput ini selama masih ada cahaya matahari akan terus hidup.

Taman Dalam

Taman Dalam

Taman Dalam

“Taman dalam umumnya terletak di samping jendela. Karena itu sebaiknya tanaman tidak lebih tinggi dari jendela tapi tetap bisa terlihat dari dalam,” kata Fathul. Posisinya yang di dalam rumah juga umumnya paling sedikit menerima cahaya matahari karena terhalang atap atau kanopi. Jenis tanamannya seperti black cardinal, sanseivieria, sirih-sirihan, lili paris, pilo-piloan, cuphea, bromelia, dan lain sebagainya.

Bagi yang sibuk bekerja dan hanya bisa menikmati taman pada malam hari, di taman dalamlah tempat kita menikmati taman. Untuk itu bisa dipasang kursi dan lampu baca di taman sebagai tempat bersantai. “Untuk taman dalam sebagai tempat bersantai tidak perlu terlalu banyak tanamannya. Intinya yang bisa membuat kita nyaman di situ, makanya lighting-nya harus bagus,” ujar Hari.

Kecuali yang hobi dan mau merawat, tak perlu dibuat kolam ikan karena butuh perawatan berkala. Cukup pancuran untuk mendapatkan suara gemericik air, bagian bawahnya juga tidak perlu ditanam rumput. Cukup disebar batu koral kecil, rumput sintetik, atau grassblock sehinga air tetap bisa menyerap ke dalam tanah. Penggunaan material ini juga membuat maintenance taman lebih mudah karena tidak perlu ada pemangkasan.

Taman Belakang

Taman Belakang

Taman Belakang

bisa juga sekaligus sebagai service area, misalnya untuk menjemur atau melakukan kegiatan yang sifatnya hobi. Tanaman cukup diletakan di bagian pinggir dengan pilihan tanaman yang relatif kuat seperti sansiviera. Bila areanya cukup luas bisa juga ditanam satu pohon besar sebagai peneduh dari jenis kamboja atau sikas. Sisa lahannya dilapis paving blok, grassblock, atau batu koral sehingga area yang ada masih cukup luas untuk kegiatan produktif penghuni rumah.

Bisa juga difungsikan sebagai taman kering untuk lebih memudahkan perawatan, disebar batu diselingi tanaman bromelia atau dari jenis kaktus. Jenis tanaman yang diuraikan di atas merupakan tanaman yang relatif mudah penanaman dan perawatannya dengan pertumbuhan relatif lambat. Cukup disiram berkala dan pemangkasan ringan tiap 1 – 2 bulan sekali. Yang penting jangan terlalu malas, misalnya berbulan-bulan tidak dirawat, taman di rumah pasti jelek.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan