Broker Dituntut Lebih Kompetitif

Jumat, 29 Jan 2016 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun lalu membuat kondisi pasar di kawasan Asia Tenggara semakin dinamis. Integrasi pasar itu menuntut kesiapan para profesional di bidang jasa dan dunia industri  karena pelaku usaha di kawasan dapat berbisnis tanpa hambatan. Salah satu profesi yang dituntut lebih kompetitif adalah broker atau agen properti. Selain bebas memasarkan produk properti dari negaranya mereka juga boleh menjual produk properti dari belahan dunia lain ke negara-negara anggota Asean.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Para broker saat ini harus menambah wawasan dan bisa memosisikan dirinya di tingkat internasional. Pemberlakuan MEA ini juga akan membuat kesempatan foreign direct investment di bidang properti menjadi lebih besar. Makanya kita harus siap dengan peta kompetisi baru yang lebih mengglobal,” ujar Monica Nardi, CEO RE/MAX Indonesia, perusahaan agen real estat asal Amerika Serikat, pada seminar bertema How to Buy/Sell International Properties di Jakarta, pekan ini.

Monica mengaku perusahaannya sudah menyiapkan diri cukup lama untuk  menghadapi integrasi pasar regional dan global. Jejaring MEA yang cukup luas di 100 negara membuat perusahaan ini dapat bersinergi dengan sesamanya untuk melihat potensi yang tengah berkembang di setiap negara.

Apabila ingin maju agen properti tidak cukup hanya mengandalkan bisnis lokal, transaksinya harus global atau regional.  Karena kantor broker harus modern didukung sistem manajemen kuat, IT, dan pelatihan training untuk menambah wawasan dan profesionalitas. Menurut Monica, profesi broker di Indonesia sudah lebih baik dengan adanya sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF).  “(Sertifikasi ini) akan membuat para broker bekerja lebih professional,” imbuhnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan