Mau Membeli Rumah Murah, Siapkan Dana Cadangan!!!

Kamis, 11 Feb 2016 | Penulis: Prasojo

Housing-Estate.com, Jakarta - Pengembangan perumahan murah menjadi tren menarik di perkotaan. Segmen hunian ini menjadi solusi bagi kalangan menengan bawah dan menengah baru yang butuh hunian layak dengan harga terjangkau. Di sekitar Jakarta (Bodetabek) dan kota-kota besar lain rumah Rp200 jutaan masuk kategori hunian murah. Rumah bersubsidi termasuk dalam kategori ini. Di Bodetabek harga rumah bersubsidi dipatok Rp129 – 135 juta per unit.

Harga rumah baru RST

Harga rumah baru RST

Seperti dagang pada umumnya, di sektor perumahan juga berlaku prinsip ada harga ada rupa. Karena harganya murah kualitas yang didapat juga kurang. Misalnya spesifikasi bahan bangunan yang digunakan rendah. Selain itu infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran, termasuk lansekap juga sangat standar jika tidak disebut seadanya.

Umumnya para pengembang mencantumkan spesifikasi bahan bangunan yang digunakan dalam brosur perumahan. Tapi tidak sedikit yang  membuangnya sehingga konsumen tidak mengetahui.  Rumah murah umumnya menggunakan dinding batako satu lapis (single wall) diaci dan dicat. Batako diaplikasi secara miring bukan tidur sehingga semua dinding termasuk yang menempel dengan tetangga cukup tipis. Karena itu butuh kehati-hatian apabila akan memaku, bahkan mungkin tidak layak dipaku karena dinding bisa jebol atau retak.

Kusen dan rangka atap umumnya menggunakan kayu kualitas rendah. Untuk daun pintu dalam menggunakan triplek tipis. Ada beberapa perumahan menggunakan kusen aluminium dan rangka atap baja ringan tapi itu terbatas dan lumayan jauh. Misalnya di kawasan Maja, Lebak, Banten, dan Jonggol, Bogor. Pengembangnya bisa memberi bahan bangunan lumayan bagus karena tanahnya diperoleh dengan harga murah.

Secara umum kualitasnya memang kurang memadahi. Karena itu untuk tempat tinggal permanen butuh renovasi besar atau total yang membutuhkan biaya tidak kecil. Apabila langsung dihuni paling banter 2-3 tahun harus berbenah. Sebab, kusen, daun pintu, termasuk rangka atap sudah mulai rusak yang berbahaya jika dibiarkan. Ada yang rusak karena rayap dan lapuk karena rendahnya kualitas kayu.

Indrianti yang membeli rumah tipe 36/72 di Pamulang, Tangerang Selatan, beberapa tahun lalu, mengaku kusen rumahnya sudah keropos, demikian juga dengan rangka atapnya miring. Kondisi serupa terjadi pada rumah tetangganya. Ia menyebutkan untuk mengganti rangka atap   biayanya sekitar Rp25 juta (termasuk ongkos tukang). Itu belum termasuk mengganti kusen, daun pintu, dan pernak-pernik lainnya. Ia menghitung untuk memperbaiki rumahnya paling tidak harus tersedia dana sekitar Rp50 juta. Itu hanya untuk perbaikan, belum penambahan ruang.

Pengalaman beberapa orang pemilik rumah sederhana yang tadinya hanya akan renovasi kecil pada akhirnya melakukan renovasi total karena hampir seluruhnya tidak layak lagi.  Karena itu, menurut Suharto, pemilik  rumah sederhana di Depok, membeli rumah murah atau rumah lebih mahal dengan kualitas lebih bagus sama saja. “Uang yang dikeluarkan sebetulnya sama saja, kalau rumah lebih bagus langsung keluar uang di muka karena harganya lebih mahal, rumah murah uangnya keluar belakangan untuk renovasi,” katanya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan