Pemda Minta Dibangunkan Rumah Susun

Sabtu, 12 Mar 2016 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah sejak akhir April tahun lalu mulai mendapat perhatian pemerintah daerah (Pemda). Salah satunya Pemkot Singkawang, Kalimantan Barat, yang minta kepada Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) untuk dibangunkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di daerahnya.

Ilustrasi pembangunan rusun

Ilustrasi pembangunan rusun

“Kami sudah menyiapkan dua lokasi untuk dibangun Rusunawa di Singkawang yaitu di Kelurahan Naram dan Kuala seluas 3 dan 1 ha. Ini nantinya akan diperuntukkan bagi mahasiswa di Kota Singkawang dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Heru Siswanto dari Dinas Perumahan Kota Singkawang, kepada pers saat rapat konsultasi dan koordinasi program sejuta rumah di Kantor Kemenpupera Jakarta, Jumat (11/3).

Heru menyatakan kebutuhan hunian di Singkawang terus bertambah dan sehingga harus diantisipasi sejak dini. Ia menyebut banyak lahan-lahan milik negara yang dihuni secara liar oleh masyarakat yang pada akhirnya akan digusur. Ini akan menimbulkan gejolak sosial apabila tidak diantisipasi dengan baik misalnya dengan penyediaan rumah susun.

Menanggapi permintaan Pemkot Singkawang itu Sekretaris Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera Eko Heripoerwanto, menyatakan Kemenpupera siap membantu seluruh pemda dalam melaksanakann program perumahan. Tapi karena anggarannya terbatas tidak semua daerah bisa mendapatkan program penataan lingkungan dengan proyek rusunawa.

Untuk itu untuk memenuhi kebutuhan hunian warganya Pemda tidak dapat menyandarkan sepenuhnya pada pemerintah pusat. Salah satu alternative pemda berkoordinasi dengan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan yang tersebar di 33 provinsi. Setiap pemda bisa mengajukan proposal program perumahan di daerahnya melalui SNVT.

“Untuk permohonan pembangunan Rusunawa seperti yang diminta Pemkot Singkawang, kami akan mengirimkan tim verifikasi untuk memeriksa kondisi maupun legalitas lahannya. Kalau semua memungkinkan tentu akan segera dibangun,” imbuh Eko.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan