Bintaro Jaya Xchange Mal Rekreatif dan Interaktif

Sabtu, 26 Mar 2016 | Penulis: Diyah

Menawarkan suasana rekreasi mulai dari bersantai di tepi kolam ikan Koi hingga berseluncur di atas es.

Housing-Estate.com, Jakarta - Menunggu senja sambil duduk-duduk di atas dek kayu ditemani gemericik air dan memandangi hamparan taman rumput hijau bisa ditemukan di mal baru Bintaro Jaya Xchange (BXc). Berlokasi di samping gerbang tol Bintaro-Serpong, mal yang dibuka resmi 13 Juni lalu ini menawarkan suasana yang berbeda. Misalnya, tampilan depan bangunan dibalut dinding tanaman hijau seluas 1.500 m2, terbilanggreenwall terbesar di Asia Tenggara.

Bintaro-Jaya-Xchange-7

Berdiri di atas lahan seluas 1,5 ha, BXc merupakan pengembangan tahap pertama superblok seluas 25 ha di perumahan Bintaro Jaya (2.340 ha), Pondok Aren-Tangerang Selatan (Banten). Bangunan mal terdiri dari empat lantai plus dua lantai basement dengan total luas 45.955 m2. Mal didesain dengan koridor dobel yang diarsiteki DDG (Amerika Serikat) yang sebelumnya juga merancang Mal Pondok Indah (Jakarta) dan Grand Metropolitan (Bekasi).

Taman tematik interaktif

Mal ini menjadi istimewa karena berdampingan dengan taman seluas 3 ha di sisi timur yang memanjang dari ujung utara ke ujung selatan. Seluruh restoran di sepanjang sisi timur bangunan mal dari lantai bawah hingga lantai empat ditempatkan menghadap ke taman. Pilih saja area duduk di luar (outdoor), sehingga anda bisa menyantap makanan sambil melepaskan pandangan ke ruang terbuka hijau. Bila malam purnama tiba Anda bahkan bisa menikmati bonus pemandangan bulan yang menawan di sisi taman.

Pengunjung menikmati kolam koi di taman

Pengunjung menikmati kolam koi di taman

Perancang lansekap dari AECO M (Amerika) mengangkat tema Rhapsody untuk desain taman yang terbagi atas area jazz, pop dan rock. Area jazz diwujudkan dengan komposisi kolam ikan Koi diselingi tanaman perdu dan pohon besar. Area tengah taman mewakili tema pop berupa lahan rumput luas dilengkapi sebuah layar video LED berukuran jumbo 8 x 12 m2. Setiap Rabu, Sabtu dan Minggu, digelar panggung musik di area taman pop yang dirancang dengan tempat duduk seperti sebuah ampiteater berkapasitas 300 orang. Sedangkan tema rock diisi taman bermain anak dengan fitur air mancur.

Selain itu taman juga dilengkapi jalur jogging sepanjang 400 m, air mancur hiperaktif dan fitur air terjun di sepanjang jalur pedestrian. “Jadi taman itu tidak hanya bisa dinikmati tapi dirancang interaktif,” kata Tina Santosa Hadisumarto, Head of SBU Bintaro Jaya Xchange (PT Jaya Real Property Tbk).

Ice skating

Sementara daya tarik utama di dalam mal adalah Skating Rink, arena berseluncur di atas es seluas total 2.250 m2. Khusus area untuk ice skating luasnya 1.320 m2, saat ini terbesar di Indonesia. Developer menggelontorkan dana Rp27 miliar untuk teknologi pelapisan es dari Italia di Skating Rink berkapasitas 400 orang itu. Pengunjung dikenakan biaya Rp60 ribu/dua jam di hari di hari biasa dan Rp70 ribu/dua jam pada akhir pekan untuk bermain, sudah termasuk sewa sepatu.

Skating Rink terluas di Indonesia

Skating Rink terluas di Indonesia

Pengelola juga menyiapkan pelatih-pelatih untuk pengunjung yang berminat mempelajari figure skating, ice hockey atau speed skate, tentunya dengan biaya tersendiri. Bentuk lapangan es yang persegi empat diklaim mendekati standar internasional untuk bermain ice hockey. “Peminatnya cukup banyak di akhir pecan, beberapa sekolah internasional terdekat (di Bintaro Jaya) sudah booking untuk kegiatan ekstrakurikuler di hari kerja (weekdays),” ujar Tina. Arena ice skating dikelilingi foodcourt berlabel Food Xchange di atasnya. Jadi orang tua bisa mengawasi anaknya bermain dari tempat duduk di area restoran.

Terkoneksi Transportasi

Mal yang ditargetkan untuk pasar kelas A ini sudah terisi 93 persen yang terdiri dari 172 toko. Penyewa utama (anchor tenant) di antaranya Centro by Parkson Departement Store, Farmers Market, Fun World, Gold Gym dan Best Denki. Pertumbuhan pengunjung sejak soft opening Desember 2013 mencapai 10 ribu orang di hari biasa dan 15 ribu per hari di akhir pekan. Area parkir bisa menampung 1.372 mobil dan 1.100 motor.

Pintu masuk menuju mal ada empat titik untuk kendaraan roda empat, khusus pejalan kaki dari sisi utara dan selatan. Pejalan kaki akan langsung menikmati taman yang terhubung dari ujung utara ke selatan begitu memasuki area mal. Dari sisi luar selatan mal pejalan kaki juga dapat menempuh jalan bawah tanah menuju stasiun kereta Jurangmangu.

Sementara pengunjung dari kawasan perumahan Bintaro Jaya bisa memanfaatkan bus khusus Intrans Bintaro yang mengantarkan penumpang dari klaster-klaster hunian menuju BXc sebagai pemberhentian terakhir. “Kawasan keseluruhan superblok Bintaro Xchange memang mengacu pada konsep TOD (transit oriented development). Mal ini salah satu yang terhubung dengan jalur-jalur transportasi publik,” kata Tina.

Harapannya penggunaan transportasi privat bisa dikurangi dengan adanya transportasi umum dan infrastruktur pejalan kaki serta pengendara sepeda yang memadai dan terintegrasi dengan superblok. Selain mal, di dalam superblok nanti akan ada juga perkantoran, apartemen dan hotel.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.
Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan