Mengenang Legenda Arsitek Indonesia Han Awal

Senin, 16 Mei 2016 | Penulis: Diyah

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Indonesia kembali kehilangan seorang arsitek terbaiknya Han Awal pada Sabtu, 14 Mei 2016. Ayah dari arsitek Yori Antar ini tutup usia sekitar pukul 16.00 di kediamannya di Jl Kemang IV No. 89A, Jakarta Selatan. Arsitek kelahiran 16 September 1930 itu rencananya akan dikremasikan pada Rabu, 18 Mei 2016 di Krematorium Oasis Lestari, Tangerang.

Han Awal 0071

Han Awal adalah sosok arsitek yang penuh semangat hingga di usianya menginjak 80-an. Ia tercatat sebagai generasi awal arsitek Indonesia bersama Soejoedi, Bianpoen, Pamoentjak, dan lain-lain yang menghasilkan karya bangunan publik seperti gedung DPR/MPR (diajak Soejoedi), kampus Universitas Katolik Atma Jaya dan sekolah Pangudi Luhur, sekarang memugar bangunan lama (konservasi) seperti Katedral Jakarta, gedung Arsip Nasional bersama Budi Lim dan Cor Passchier (Belanda), gedung Bank Indonesia (BI) dan Gereja Immanuel di Jakarta. HousingEstate pernah berkesempatan mewawancarainya pada akhir 2011 lalu di kantornya di Bintaro Jaya, Pondok Aren-Tangerang Selatan (Banten). Artikel berjudul “Han Awal : Dapur Dulu Baru Ruang Lain” dalam link berikut Han Awal, Dapur Dulu Baru Ruang Lain memberi pemahaman tentang dunia arsitektur yang lebih luas. Menurutnya, ilmu arsitektur untuk semua orang tidak hanya konsumsi kaum elit.  Rumah masih berupa goa pun sudah terhitung arsitektur. Baginya, selama arsitek memiliki komitmen terhadap budaya dengan sendirinya tidak akan elitis.  Arsitek harus menerima order dari siapa saja. “Tidak sulit merancang rumah 200 m2, tapi rumah tipe 36 dengan cara yang benar, dengan latar belakang cara hidup orang dalam rumah sebesar itu, sangat sulit,” ujarnya.

Seperti juga catatan yang dibuat oleh salah satu muridnya Margareta Amelia Miranti tentang Han Awal  di akun facebook-nya bahwa, setiap proyek punya penekanan masing-masing. Apa tantangannya dan masalahnya? seorang arsitek harus selalu memberikan jawaban yang positif. Tidak masalah proyek itu besar atau kecil, sama saja. Miranti yang pernah bekerja selama 4 tahun di Han Awal and Partners Architects mengenang Han Awal sebagai sosok yang sangat rendah hati dan santun. Pernah suatu waktu Miranti berbicara tentang keinginan untuk membukukan kisahnya, Han Awal menolaknya secara halus. “Pak Han bilang, Jangan, Malu. Saya bukan siapa-siapa,” kenang Miranti. Menurut cerita dari putrinya Adik yang dikutip Miranti, Han juga menolak ketika akan dicalonkan menjadi professor (guru besar) katanya, masih banyak rekan-rekan arsitek yang lebih pantas darinya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan